Minggu, 18 Maret 2018 - 21:15:14

Bayi Donald Trump Membuat Heboh Afghanistan

    Anggre Dwie Hits : 18433    

CNN Indonesia


PEKANBARU, RIAUAKSI.COM -- Donald Trump masih belajar berjalan dengan bantuan baby walkermengelilingi rumahnya di Kabul. Namun ia tak tahu, bahwa ia sedang menjadi bahan pergunjingan di seluruh Afghanistan.

Bayi itu dinamai Donald Trump oleh orangtuanya, Sayed Assadullah Pooya, dengan harapan bisa mengikuti jejak sukses Presiden Amerika Serikat itu. Namun ia kini dihujat di sosial media setelah surat identitasnya di-posting di Facebook.

Sayed mengaku ia dan istrinya mendapat komentar vulgar berisi cacian karena pilihan nama mereka. 

Beberapa akun Facebook mengancam akan membunuh Sayed karena sudah memberikan "nama kafir" kepada putranya. Yang lain menuding Sayed sudah membahayakan keselamatan putranya sendiri. 

Ada pula yang menuding Sayed sengaja membuat onar dengan tujuan mendapat suaka di Amerika Serikat.

"Saya tak tahu apa yang membuat orang Afghanistan jadi sangat sensitif soal nama," kata Sayed.

Ia berkata ada seseorang yang mem-posting foto identitas anaknya. Kini, Sayed sendiri sudah menutup akun Facebook-nya. 


Sayed mengaku bahkan tetangganya yang mayoritas penganut Syiah ikut mengancam mereka dan meminta ia beserta keluarganya pergi. 

"Ketika saya keluar rumah, saya merasa terintimidasi," ujarnya.

Donald lahir di provinsi tengah Afghanistan, Daikundi, hanya beberapa bulan sebelum pemilu AS pada 2016 lalu digelar. 

Sayed mengaku terinsprasi menamakan anaknya Donald Trump setelah membaca buku-buku Trump, termasuk yang berjudul "How to get rich", yang ia pinjam dari perpustakaan setempat. 

Kemarahan pertama datang dari orangtua Sayed. Namun karena ia bersikukuh soal nama itu, ia dan istrinya akhirnya pindah ke Kabul dan dikucilkan oleh keluarga. 

Di Kabul, Sayed dan istri tinggal bersama tiga anak mereka, Fatima, 9 tahun, Karim, 8 tahun, dan Donald.

Meski sekarang menjadi kontroversi dan mengkhawatirkan keselamatan keluarganya, Sayed tetap pada pendiriannya.

"Saya tidak akan mengganti (namanya). Orang-orang bisa melakukan apa yang mereka mau," ucapnya.


    Category : Internasional    
    Tags        :    
    Sumber  : CNN Indonesia


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Hindari Hal ini pada Mobil Matik

  Ekonomi Bisnis  




Perbankan Indonesia Disarankan Tiru "Gaya" Fintech