Jumat, 06 April 2018 - 23:27:40

Pertemuan Luhut-Prabowo Dinilai Dapat Turunkan Tensi Politik

    Anggre Dwie Hits : 34560    

CNN Indonesia


PEKANBARU, RIAUAKSI.COM -- Partai Golkar menilai pertemuan antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dapat meredam tensi di tahun politik ini. 

"Bagus, pertemuan antarelite, antartokoh. Bagus untuk menciptakan kondisi di tahun politik ini lebih adem, lebih dingin, lebih sejuk," kata Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji saat dikonfirmasi, Jumat (6/4). 

Sarmuji menegaskan Prabowo dan Luhut dapat meredakan potensi ketegangan menjelang pemilihan umum 2019. Selama ini, Prabowo kerap melontarkan kritik keras terhadap pemerintah pada beberapa kali kesempatan, di antaranya soal penguasaan lahan di Indonesia yang dikuasai oleh segelintir konglomerat.

Diakui Sarmuji, selama ini kedua pensiunan jenderal TNI AD itu berada dalam posisi berseberangan. 

Luhut berada di posisi yang menginginkan Presiden Joko Widodo terpilih kembali untuk periode keduanya. Sementara itu, kata Sarmuji, Prabowo digadang-gadang bakal diusung oleh Gerindra sebagai bakal calon presiden 2019-2024. 

Sarmuji mengatakan di tahun politik ini sejumlah tokoh politik memang seharusnya lebih rutin menggelar pertemuan. Terutama tokoh-tokoh yang memiliki pandangan politik berbeda.

"Pertemuan itu positif. Di tahun politik sering-sering ketemu, terutama yang punya pandangan politik berbeda harus ketemu, supaya potensi ketegangan reda. Menciptakan suasana yang lebih sejuk," tuturnya.

Prabowo dan Luhut melakukan pertemuan tertutup di restoran Jepang, Sumire, Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Keduanya terlibat pembicaraan selama 1,5 jam. Belum diketahui pembahasan yang dilakukan keduanya.

Luhut dan Prabowo bungkam ketika ditanya wartawan tentang pertemuan itu.


    Category : Hukum dan Politik    
    Tags        :    
    Sumber  : CNN Indonesia


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Hindari Hal ini pada Mobil Matik

  Ekonomi Bisnis  




Perbankan Indonesia Disarankan Tiru "Gaya" Fintech