Jumat, 13 April 2018 - 08:33:49

Kebut Proyek Tol Semarang-Batang, Waskita Karya Tambah 400 Pekerja

    Habibi Muthalib Hits : 12481    

liputan6.com


Jakarta,Riauaksi.com -PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus mengebut pengerjaan proyek jalan tol Semarang-Batang. Langkah ini dilakukan agar bisa dilalui oleh kendaraan pada arus mudik Lebaran 2018.

"Upaya percepatan kami lakukan dengan menambah jumlah pekerja pada Seksi IV (Kendal) dan Seksi V (Semarang)," kata Kepala Seksi Keuangan dan SDM PT Waskita Karya Idi Heryadi, dikutip dari Antara, Jumat (13/4/2018).

Jumlah pekerja di dua seksi pengerjaan jalan tol tersebut yang sebelumnya hanya 600 orang, kini ditambah 400 pekerja sehingga menjadi 1.000 orang untuk mempercepat pengerjaan pembangunan.

Penambahan juga dilakukan pada alat-alat, seperti crane ekskavator, truk dump, dan sebagainya, termasuk penambahan jam kerja menjadi dua shift sampai malam hari.

"Kami lakukan percepatan untuk mengejar target sampai Lebaran mendatang. Namun, kalau melihat kondisi di lapangan, Lebaran nanti kemungkinan baru bisa fungsional dengan satu jalur," katanya.

Ia menyebutkan pembangunan jalan tol Semarang-Batang Seksi IV di wilayah Kendal memiliki panjang 13 kilometer, sementara Seksi V di Kota Semarang memiliki panjang sekitar 10,4 km.

"Pembangunan yang sudah dilakukan sekarang ini mencapai 74,32 pers

Ada Lahan Belum Bebas

Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Kontrak PT Waskita Karya Ronald Adriano menyebutkan beberapa lahan yang belum dibebaskan, yakni makam di Klampisan, Masjid Al Mustaghfirin, dan satu lahan warga.

"Itu baru yang di Seksi V atau Kota Semarang. Yang di Kendal masih ada 131 bidang lahan yang belum dibebaskan yang tersebar di Desa Magelung, Menjalin, Kertomulyo, Sumbersari, Nolokerto, dan Sumberrejo," katanya.

Namun, kata dia, sudah dalam proses konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Kendal, sementara untuk makan di Klampisan, Ngaliyan, Semarang, tinggal menunggu proses relokasi karena sudah ada lahan pengganti dan tidak ada warga keberatan.

"Namun, kami belum bisa melakukan relokasi makam karena lahan pengganti masih berupa dataran rendah. Kami harus melakukan pengurukan dulu, baru memindahkan satu-persatu makan ke lahan pengganti," katanya.

Dalam sehari, kata dia, rata-rata bisa memindahkan 70 makam sehingga untuk memindah 1.100 titik makam membutuhkan waktu sekitar satu bulan ke tempat relokasi yang tidak begitu jauh sesuai keinginan warga.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : liputan6.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Alasan Kominfo Blokir Aplikasi Tik Tok

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG