Jumat, 13 April 2018 - 16:40:21

Bangunan Mal Aset Pemkot Pasuruan Mangkrak

    Michael B. Bara Hits : 26305    

detik.com


Pasuruan,Riauaksi.com-Sebuah bangunan megah aset Pemkot Pasuruan yang berdiri di jantung kota dibiarkan mangkrak selama bertahun-tahun. Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang di Pasar Poncol.

Bangunan dua lantai tersebut sebetulnya merupakan bagian dari Pasar Poncol. Namun karena bangunan mewah di bagian depannya mangkrak, hal ini berdampak langsung pada jumlah pengunjung Pasar Poncol.

"Memang pasar semakin sepi karena mal tutup. Sehari-hari hanya ada warung kopi, makan, penjahit," kata Mira Sofia, staf di UPT Pasar Poncol  di kantornya yang berada di sisi selatan areal pasar, Jumat (13/4/2018).

Menurut Mira, Pasar Poncol hanya ramai saat menjelang lebaran atau saat ada acara haul KH Abdul Hamid dan pada hari-hari tertentu. "Kalau puasa dan menjelang lebaran banyak penjual pakaian juga, ramai," terangnya.

Hal senada diungkapkan M Irfan, penjual kopi yang sudah belasan tahun mencari rejeki di Pasar Poncol. Karena pasar sepi, Irfan mengaku hanya berjualan di pagi hari.

"Buka subuh sampai pukul 08.00 WIB, menunggu para jamaah sholat di Masjid Jami. Habis jamaah mereka pasti ngopi sebelum pulang. Kalau dulu sepanjang hari ramai terus," ungkapnya.

Salah satu pemilik lapak di Pasar Poncol, Abdus Syukur, juga mengamini jika salah satu penyebab sepinya pasar adalah karena mal yang tutup. Posisi bangunan mal yang berada di depan menyebabkan pembeli malas datang ke pasar yang berada di belakangnya.

"Mal ini berada di depan, sementara pasar ada di belakangnya. Orang kalau lewat melihat mal kosong dan sepi jadi malas ke pasar," katanya.

Ia pun tak mengoperasikan lapaknya karena jelas akan merugi. "Kita minta Pemkot cari solusi, solusi, solusi untuk pedagang pasar," lanjutnya.

Mal Poncol merupakan bagian dari Pasar Poncol Kota Pasuruan dengan luas sekitar 1,1 hektar (ha). Posisi pasar dan mal strategis berada di pusat Kota Pasuruan. Berdekatan dengan Alun-alun dan Masjid Jamik Al Anwar Kota Pasuruan.

Kawasan ini juga tersambung dengan komplek makam KH Abd Hamid yang setiap harinya dikunjungi ribuan peziarah dari berbagai daerah.

"Jika dioptimalkan, para peziarah itu bisa menjadi konsumen besar di pasar," pungkas Abdus.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : detik.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Alasan Kominfo Blokir Aplikasi Tik Tok

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG