Rabu, 02 Mei 2018 - 14:44:00

Indonesia Diskusi dengan JPMorgan Tentang Ekonomi Global

    Michael B. Bara Hits : 26497    

kontan.co.id


JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertemuan JP Morgan dengan Presiden Joko Widodo lebih membahas ekonomi global. 

Ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Sri Mulyani mengatakan, pembahasan pertemuan mengenai pandangan tentang perekonomian dunia terutama dikaitkan dengan suasana yang saat ini terjadi di Korea Utara dan Selatan, perekonomian di China dan perekonomian di AS.

"Pembahasannya mengenai peranan perbankan JP Morgan di internasional di dalam melihat prospek ekonomi dunia dan bagaimana membangun infrastruktur," ungkapnya, Rabu (2/5). 

Adapun infrastruktur yang dibangun oleh beberapa negara termasuk Indonesia dalam hal ini membutuhkan banyak sekali pembiayaan. Apalagi dilihat dari  pengalaman dari negara lain yang bisa kita lihat agar bisa menjalankan pembangunan yang tetap prudent dan tetap sustainable. 

Tak hanya itu, lanjut Menkeu, Presiden dengan JP Morgan juga membahas soal peraturan di negara-negara maju  yang dilihat dalam kurun 50 tahun terakhir seperti Korea Selatan, Singapura dan negara yang bisa maju jadi high income countries

Kemudian juga membahas soal regulasi. "Rasanya Jamie Daimon (CEO JP Morgan) lebih membahas mengenai negara-negara yang dianggap memiliki regulasi berbelit-belit seperti AS sendiri. Karena sebagian orang As bilang banyaknya, bahkan tukang cukur rambut di New York butuh permit sampai tiga permit yang berbeda. Ini menyebabkan betapa sulitnya perusahaan dan inisiatif dan inovasi muncul berkembang," katanya. 

Sementara Presiden Jokowi mengatakan di Indonesia soal perizinan akan dipermudah. Terlihat dari total 42.000 perizinan yang ada akan disimplifikasi dan jangka waktu diperpendek, supaya kegiatan ekonomi berkembang lebih baik. 

Dengan begitu, kunjungan Jamie ke Istana Negara dalam rangka 50 tahun JP Morgan di Indonesia sebagai salah satu bentuk untuk memahami bahwa Indonesia adalah negara besar dan dianggap prioritas bagi JP Morgan. 

"Mereka mengatakan membawa 10 miliar usd ke Indonesia sangat mudah karena negara ini memiliki potensi liar biasa, policy-nya dianggap makes sense, dan ekonominya berkembang dan menjanjikan," tuturnya. 

Sebelumnya, Managing Director Senior Country Officer JP Morgan di Indonesia Haryanto Budiman mengatakan,  pihaknya berdiskusi dengan baik  bersama Presiden Jokowi. "Kita diskusi banyak sekali, termasuk diskusi cyber security, investment, terkait dengan hal-hal pengurangan birokrasi," ucapnya. 

Dalam kesempatan yang sama Jamie juga menyampaikan keoptimisannya dengan ekonomi Indonesia. "Kami percaya Presiden Joko Widodo bisa membuat ekonomi Indonesia tumbuh dan menjadi negara yang kuat secara finansial," tambahnya. 

Namun sayangnya, pihaknya enggan menjelaskan terkait penunjukkan kembali JPMorgan Chase Bank, N.A. sebagai Dealer Utama Surat Utang Negara (SUN). Pasalnya diketahui, setelah memutuskan hubungan kerja sama JPMorgan Chase Bank, N.A sejak 1 Januari 2017, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemkeu) kembali menjalin kerja sama dengan JP Morgan. 

Penunjukan kembali JPMorgan ini dinyatakan sesuai Surat Penunjukan Nomor S-45/PMK.8/2018 tanggal 17 April 2018 yang ditandatangani oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko atas nama Menteri Keuangan. 

Penunjukan JPMorgan Chase Bank, N.A. sebagai Dealer Utama tersebut mulai berlaku efektif sejak tanggal 2 Mei 2018. Dengan demikian, jumlah dealer Utama kini menjadi 20 institusi yang terdiri dari 16 bank dan empat Perusahaan Sekuritas.


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        : #Ekonomi Bisnis    
    Sumber  : kontan.co.id


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Satelit Merah Putih Resmi Mengorbit

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG