Rabu, 02 Mei 2018 - 15:19:33

Pendapatan Mega Manunggal Naik 53% pada Kuartal Pertama 2018

    Michael B. Bara Hits : 17089    

kontan.co.id


JAKARTA. PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 67,96 miliar pada kuartal I 2018 lalu. Hasil ini meningkat 53% secara year on year dibandingkan kuartal yang sama di tahun sebelumnya Rp 44,20 miliar. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (2/5), lini bisnis sewa kantor dan gudang memberi kontribusi terbesar terhadap pendapatan perusahaan sepanjang kuartal pertama kemarin, yakni senilai Rp 57,85 miliar. Segmen bisnis ini mengontribusi 85,12% pendapatan Mega Manunggal. Lini bisnis sewa peralatan mencapai Rp 5,64 miliar atau 8,30% dari total pendapatan. 

Beban pokok pendapatan MMLP juga mengalami kenaikan sebesar 21,48% dari Rp 4,70 miliar pada kuartal pertama 2017 menjadi Rp 5,72 miliar pada kuartal pertama tahun ini. Kenaikan beban pokok yang lebih rendah daripada kenaikan pendapatan menyebabkan laba kotor emiten properti ini naik. MMLP mencetak laba kotor sebesar Rp 62,23 miliar atau meningkat 57,6% pada kuartal pertama lalu. 

Tapi, hampir seluruh beban usaha MMLP naik. Hal ini menekan pertumbuhan laba MMLP. Laba bersih MMLP perusahaan naik 38,2% dari Rp 19,55 miliar di kuartal pertama tahun lalu menjadi Rp 27,02 miliar di kuartal pertama tahun berikutnya. 

MMLP mencatat total aset Rp 5,75 triliun pada kuartal I 2018. Di kuartal yang sama, perusahaan ini memiliki aset berupa kas dan setara kas sebesar Rp 200,94 miliar. 

Mega Manunggal memiliki ekuitas yang tebal, yakni hingga Rp 5,01 triliun. Sedangkan liabilitas MMLP hanya Rp 740,24 miliar.


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        : #Ekonomi Bisnis    
    Sumber  : kontan.co.id


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Industri Iklan Terimbas Perlindungan Data Eropa

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG