Sabtu, 05 Mei 2018 - 09:29:30

Tak Ada Data Nasabah Indonesia di Kasus Commonwealth Bank Australia

    Michael B. Bara Hits : 27265    

kontan.co.id


JAKARTA. Kasus Commonwealth Bank of Australia (CBA) yang kehilangan akun data nasabah sebanyak hampir 20 juta pada 2016 silam menjadi pukulan terbaru bagi bank terbesar asal Australia ini.  

Dalam video YouTube, kepala layanan perbankan ritel CBA, Angus Sullivan, mengatakan, pihaknya pada Mei 2016 itu telah kehilangan dua pita magnetik yang berisi data selama 15 tahun ke belakang yang terdiri dari nama pelanggan, alamat dan nomor akun untuk 19,8 juta akun.

Rekaman itu seharusnya dimusnahkan, tapi CBA tidak bisa memastikan rekaman itu hancur dengan aman. "Rekaman itu tidak mengandung PIN, kata sandi atau data lain yang dapat memungkinkan penipuan akun," katanya seperti dikutip Reuters.  

Bagaimanapun juga ini menimbulkan pertanyaan apakah kasus ini akan berdampak terhadap cabang bank ini di negara-negara lain termasuk Indonesia?  
Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur PT Bank Commonwealth menjelaskan, memang benar pada bulan Mei 2016  Commonwealth Bank of Australia  telah melapor kepada regulator Australia mengenai penyedia jasa yang tidak dapat memberikan konfirmasi pemusnahan pita magnetik yang berisi riwayat rekening nasabah.  

Namun menurutnya tidak ada bukti bahwa informasi nasabah tersebut disalahgunakan. "Meski begitu di dalam rekaman tersebut tidak termasuk data-data rekening nasabah PT Bank Commonwealth Indonesia," ujar Lauren kepada KONTAN, Jumat (4/5). 


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        : #Ekonomi Bisnis    
    Sumber  : kontan.co.id


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Mitsubishi Xpander di Semester Pertama 2018 Rajai Wholesales Tanah Air

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG