Senin, 06 Agustus 2018 - 10:45:56

BMKG Catat 100 Gempa Susulan Guncang NTB Pasca Gempa 7 SR

    Habibi Muthalib Hits : 1    

JAKARTA,Riauaksi.com - Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi (BMKG) mencatat, terdapat 100 gempa susulan usai gempa berkekuatan 7 skala richter meanda Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

"Sampai pukul 02.00 WITA sudah ada sekitar 100 gempa susulan," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Hary Tirto Djatmiko, Senin (6/8/2018) dini hari.

Data terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, ada 82 orang tewas dan ribuan lain mengungsi akibat gempa Lombok. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers mengatakan, jumlah korban tewas itu masih bisa bertambah.

Sutopo menuturkan, BNPB, BPBD NTB, TNI dan Polri masih terus melakukan proses evakuasi dan penyelamatan terhadap korban gempa Lombok. "Diperkirakan korban terus bertambah. Jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan," ujarnya.

Adapun ribuan orang yang mengungsi disebut Sutopo sangat membutuhkan petugas medis termasuk obat-obatan, makanan, selimut, tenda, air bersih, tikar, dan kebutuhan dasar lainnya. Rumah sakit di sekitar Lombok pun dipenuhi warga yang terluka akibat gempa. Mayoritas yang datang mengalami luka benturan terkena reruntuhan akibat gempa.

Berdasarkan pantauan Antara di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, petugas piket di Unit Gawat Darurat (UGD) kewalahan menangani korban luka akibat gempa yang terus berdatangan sejak Minggu malam sampai Senin dini hari.

Jumlah korban yang terus berdatangan membuat ruang UGD RSUP NTB tak mampu menampung para pasien. Pihak rumah sakit terpaksa membawa pasien ke area parkir sambil diberikan perawatan.

Mereka yang dirawat terdiri atas anak-anak, orang dewasa, lanjut usia. Sebagian besar kaum perempuan. "Saya luka di bagian kepala karena tertimpa reruntuhan bangunan. Perut saya sakit menggendong anak saya ketika mencoba menahan tembok yang mau runtuh," kata Fitri salah seorang warga desa Puyung Waker Sumpak, kabupaten Lombok Tengah. 

Anak perempuan Fitri yang masih bayi bawah lima tahun (balita) menderita benjol di kepala. Tidak hanya itu, rasa trauma juga masih dirasakan. "Saya tidak sempat mengambil telepon genggam yang tertinggal di rumah kos. Saya tidak bisa menghubungi siapa pun di kampung halaman," tutur wanita yang bekerja di kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat ini.

    Category : Nasional    
    Tags        :    
    Sumber  : Fokusriau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Mitsubishi Xpander di Semester Pertama 2018 Rajai Wholesales Tanah Air

  Ekonomi Bisnis  




BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG