Selasa, 07 Agustus 2018 - 12:05:34

Evakuasi Jasad Korban Gempa Lombok Terhambat, 98 Orang Ditemukan Meninggal

    Habibi Muthalib Hits : 1    

Situsriau.com


JAKARTA,Riauaksi.com  - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan korban gempa 7 Skala Richter yang mengguncang kawasan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan sekitarnya pada Minggu (5/8/18) malam, akan terus bertambah. Pasalnya, evakuasi korban mengalami beberapa hambatan.

"Data sudah kami pegang, tapi yang kami laporkan (pada media) hanya yang sudah teridentifikasi," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta, Senin (6/8/18).

Korban-korban di banyak tempat belum dievakuasi karena ketiadaan alat berat. Evakuasi dilakukan secara manual sehingga memakan banyak waktu.

Hingga kemarin sore, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 98 orang. Menurut Sutopo, 96 korban tersebut ditemukan di wilayah Lombok, sedangkan dua lainnya di Provinsi Bali.

Jumlah itu bertambah karena sebelumnya sempat dilaporkan korban meninggal sebanyak 91 orang dan 209 lainnya luka-luka. Sutopo mengatakan, penambahan angka korban dapat dipastikan karena ada beberapa bangunan yang runtuh saat banyak massa berkumpul. 
Salah satunya di masjid Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. "Saat gempa, warga sedang Salat Isya di masjid. Reruntuhan atap masjid yang roboh mengenai jamaah," ujarnya seperti dilansir tempo.

Evakuasi jamaah masjid tersebut berjalan lambat karena petugas sempat melakukan pencarian secara manual tanpa bantuan alat berat. Masalah alat berat ini menjadi kendala bagi petugas, karena mereka mengalami kesulitan pada saat harus menyingkirkan bahan bangunan yang terbuat dari beton tebal.

Penanganan menemui banyak kendala, terutama di kawasan Lombok Utara sebagai wilayah yang terdampak paling parah. Menurut Sutopo, banyak warga Lombok Utara yang sulit dijangkau karena posisinya berada di gunung dan bukit dengan akses jalan sempit.
Di Kota Mataram misalnya, persediaan logistik tidak dapat memenuhi kebutuhan korban gempa Lombok. Keadaan ini dipersulit dengan tutupnya warung, toko, serta pasar. 

"Meski begitu, bantuan terus berdatangan, baik dari pusat maupun dari luar wilayah Lombok," kata Sutopo.

Sementara itu, ratusan pengungsi di Lombok Utara membutuhkan bantuan. Warga bertahan di tenda darurat dengan bahan makanan seadanya.

Di Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara, misalnya, malam tadi warga mendirikan tenda darurat di lapangan samping Pasar Bayan. Tenda tersebut didirikan menggunakan terpal dan tiang bambu.

"Di sini ada 200-an warga yang mengungsi. Dari tadi malam (Minggu malam) setelah gempa kita langsung mengungsi di sini," kata salah seorang warga, Afifudin.

"Belum ada bantuan sama sekali. Kita cuma ada nasi sama mi, itu pun tinggal sedikit. Untuk besok (hari ini), kita tidak punya apa-apa," ujarnya.

Pengungsi di lokasi ini juga butuh air bersih dan obat-obatan. Beberapa anak-anak di pengungsian mulai terserang penyakit. "Kita juga butuh obat-obatan. Anak-anak di sini juga banyak yang demam," kata pengungsi lainnya, Rohan.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : Situsriau.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Mitsubishi Xpander di Semester Pertama 2018 Rajai Wholesales Tanah Air

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG