Sabtu, 11 Agustus 2018 - 11:45:00

Riau Belum dapat Kepastian Kapan Pusat Transfer Tunda Salur DBH

    Habibi Muthalib Hits : 1    

Cakaplah.com


PEKANBARU,Riauaksi.com - Pemerintah Provinsi Riau telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) soal Dana Bagi Hasil (DBH) Riau yang mengalami tunda salur tahun 2017 lalu.

"Kita sudah komunikasi dengan Dirjen Anggaran dan Dirjen Perimbangan Kemenkeu kita bermohon agar adanya kucuran tunda salur (DBH)," kata Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman kepada CAKAPLAH.com, Sabtu (11/8/2018) di Pekanbaru. 

Dalam permohonan itu, Gubernur Riau menyampaikan kondisi keuangan Pemprov Riau yang pas-pasan, sehingga membutuhkan DBH yang mengalami tunda salur tahun 2017. 

Namun usaha Pemprov Riau untuk mendapat tunda salur tersebut hanya sebatas menyampaikan permohonan, dan belum mendapat kepastian kapan DBH tersebut disalurkan pusat.

"Kita sudah sampaikan dan komunikasi soal itu. Memang belum ada kepastian. Tapi kita menunggu, namanya kita menyampaikan permohonan," ujarnya. 

Selain itu, Pemprov Riau juga berharap agar pemerintah pusat jangan melakukan tunda salur DBH tahun 2018. Jika hal tersebut terjadi maka akan sangat berdampak terhadap keuangan daerah. 

Sebelumnya, Sekretaris  Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi kepada CAKAPLAH.com mengatakan 70 persen atau Rp360 miliar DBH Riau mengalami tunda salur oleh pemerintah pusat. 

"70 persen DBH kita tunda salur tahun lalu. Kalau tahun 2018 tunda salur, paling kurang itu ada Rp520 miliar. Itu kalau tidak ditransfer pusat," katanya. 

Menurut itu baru dengan perhitungan harga minyak USD 45 per barel. Sedangkan sekarang harga minyak dunia sudah USD 70 per barel.

"Bisa kita bayangkan berapa yang belum ditransfer pusat ke kita. Kalau itu ditransfer dan diikuti oleh Peraturan Menteri Keuangannya (PMK), maka itu akan cukup signifikan mendongkrak keuangan kita. Tapi itu bergerak cukup dinamis," ungkapnya. 

Karena itu, lanjut Ahmad Hijazi, Pemprov Riau terus bolak balik ke Jakarta meminta kepastian kapan DBH yang tunda salur itu dapat ditransfer pusat. 

"Tapi itu dia, lagi-lagi kita belum mendapat kepastian dari pusat karena PMK nya belum terbit. Kemarin saya rapat dengan Direktur Perimbangan Kemendagri, diperkirakan PMK itu tiga minggu lagi baru terbit," paparnya.

"Kalau tiga minggu PMK baru terbit, bagaimana mungkin sekarang kita menjustifikasi angka, dasarnya itu tidak hanya bisa dihitung, tapi juga regulasi PMK," tukasnya.


    Category : Riau    
    Tags        : #pekanbaru,#Prov Riau    
    Sumber  : Cakaplah.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Satelit Merah Putih Resmi Mengorbit

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG