Sabtu, 18 Agustus 2018 - 10:20:14

Cerita Joni, Anak Pemanjat Tiang Bendera Untuk Perbaiki Tali Yang bermasalah

    Habibi Muthalib Hits : 1    

Cakaplah.com


ATAMBUA,Riauaksi.com - Kabar aksi heroik bocah SMP di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Johannes Adekalla (Joni), menyebar cepat, selihai gerak bocah itu memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang bermasalah saat pengibaran merah putih
Informasi yang dihimpun, sejak sore tadi Jumat, atau selepas upacara pengibaran bendera yang jadi momen bagi Joni menunjukkan kepeduliannya pada Sang Saka Merah Putih, rumah Joni kian ramai dikunjungi orang.

Baik pejabat setempat, polisi, tentara, hingga dari Pemkab Belu, NTT, begitu juga dengan para tetangga, berdatangan ke rumah Joni.

Kedua orang tuanya pun mendapat banjir sanjungan atas keberanian sang anak memastikan peringatan HUT RI yang dihadiri Wakil Bupati Belu J. T. Ose Luan itu berjalan lancar.

Di antara tamu yang hadir, ada utusan dari Jakarta yang sengaja mengundang Joni dan kedua orang tuanya untuk hadir dalam pembukaan Asian Games pada Sabtu (18/8/2018) hari ini di Gelora Bung Karno, Jakarta.




Diantar sang utusan, mereka akhirnya berkemas dan bergerak dari kediaman Joni di Dusun Halimuti, Desa Silawan Kec. Tastim, Kab. Belu, menuju Kota Kupang, yang diperkirakan ditempuh dalam beberapa jam. Sabtu, mereka direncanakan terbang ke Jakarta dari Kupang.

Siswa kelas VII SMPN 1 Silawan itu, juga mendapat banyak tawaran dari berbagai pihak.Salah satunya, datang dari PLN Peduli berupa beasiswa hingga jenjang pendidikan tinggi Strata 1 (S1).

Joni menuai sorotan karena aksi beraninya yang secara spontan berlari memanjat tiang bendera setinggi sekitar 9 meter, saat tali yang menarik bendera macet di peringatan HUT ke-73 RI di Atambua. Video keberanian Joni itu pun menyebar luas dan menuai apresiasi banyak pihak.

Johannes Adekalla (Joni) menjadi pahlawan dalam pengibaran bendera merah putih di Kecamatan Silawan, Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Siswa kelas VII SMPN 1 Silawan itu memanjat tiang bendera saat upacara berlangsung. Hal itu dilakukannya demi memperbaiki pengait bendera yang bermasalah.
Ads by AdAsia

Salah seorang peserta yang mengikuti jalannya upacara, Saud Ringo, menyebut aksi Joni terbilang nekad. Seluruh peserta upacara kala itu, kata dia, sangat was-was atas keselamatan Joni yang sangat mungkin terjatuh dari ketinggian 17 meter.

"Aduh jangan sampai dia jatuh, kalau jatuh bisa patah, tidak baik sekali," kata Saud.

 

Saud merupakan seorang peserta yang tengah mengikuti Diklat Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (SESDILU). Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengirimnya ke wilayah perbatasan itu untuk mengajar. Kebetulan pula dia diundang oleh Pemkab setempat untuk mengikuti jalannya upacara tersebut.

Menurut Saud, cerita heroik yang dilakukan Joni bermula saat upacara dimulai sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu tak pernah ada yang menyangka bahwa akan ada kendala dalam pengibaran bendera tersebut. Gladi bersih pun, kata dia, sudah dilakukan sebelumnya.

Kendati demikian, masalah mulai muncul saat tim PASKIBRA mulai mengikat bendera merah putih itu di tali yang sudah disediakan. Entah mengapa saat berusaha ditarik rupanya ada masalah.
 
"Nah begitu habis diikat benderanya sama yang pengibar bendera. Dibentangkan kan itu, baik-baik saja. Ketika ditarik mau pertama kali itu putus. Jadi tali pengaitnya itu putus dan nyangkut di paling atas," jelas Saud.

Saat insiden itu terjadi, tim pengibar bendera tampak kebingungan. Saud menjelaskan, susana kala itu sangat menegangkan hingga kemudian Wakil Bupati Belu J. T. Ose Luan meminta agar ada orang yang dapat menyelesaikan masalah itu.

"Nah kami tidak begitu paham dia (Joni) mengajukan diri atau ditanya. Yang pasti kawan ini (Joni) langsung buka sepatu dan lari ke tengah. Langsung manjat dia," terang dia.

Saat Joni berlari ke tengah lapangan, tak ada satu pun yang mencegah anak tersebut. Semua orang, kata dia, hanya terpaku pada aksi cepat Joni yang dengan cekatan memanjat tiang tersebut. Anak itu pun dengan cekatan memperbaiki pengait yang nyangkut di ujung tiang.  

"Ternyata dia kuat sampai atas. Sampai atas dia pegang. Itu dia gigit talinya dia turun ke bawah. Sampai di bawah itu semua kita nangis terharu," tuturnya.  

Saud menjelaskan, semua orang menangis lantaran terharu dengan aksi anak tersebut. Saat Joni turun pun semua orang bertepuk tangan. Semuanya bangga terhadap aksi heroik Joni yang mampu menjadi penyelamat di saat semua kebingungan dengan insiden itu.

Saat bendera dibentangkan dan siap dinaikan oleh tim PASKIBRA, lagu Indonesia Raya pun akhirnya bergema. Ratusan orang yang menjadi peserta upacara itu, bahkan masyarakat yang berada di sisi luar, kata dia, menangis kembali akibat terharu. Tak pernah ada yang menyangka bahwa anak sekecil itu bisa menjadi peyelamat.

"Anak kecil itu yang menentukan (pengibaran) sang saka merah putih di Atambua. Kalau memang enggak ada dia mungkin enggak berkibar itu bendera," tutup dia.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : Cakaplah.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Satelit Merah Putih Resmi Mengorbit

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG