Kamis, 20 September 2018 - 12:06:37

Donald Trump Desak Spanyol untuk Bangun Tembok Perbatasan di Gurun Sahara

    Habibi Muthalib Hits : 1    

Liputan6.com


Madrid,Riauaksi.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyarankan pemerintah Spanyol untuk mengikuti salah satu kebijakannya dalam mengatasi krisis imigran Mediterania, yakni dengan membangun tembok pembatas di seberang gurun Sahara.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Spanyol Joseph Borrell, yang mengutip pernyataan Presiden Trump bahwa "perbatasan Sahara tidak bisa lebih besar dari perbatasan AS dengan Meksiko".

Trump sendiri, sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Kamis (20/9/2018), mengajuka ide pembangunan tembok pembatas AS dan Meksiko, yang memiliki panjang sekitar 3.218 kilometer, sebagai alat kampanye pada pemilu presiden 2016.

Namun demikian, rencana serupa di Sahara akan dipersulit oleh kenyataan bahwa Spanyol hanya memiliki dua kantong kecil di Afrika Utara, yakni Ceuta dan Melilla.

Komentar Menlu Borrell disampaikan pada acara makan siang di Madrid pada pekan ini, dan seketika langsung menjadi pemberitaan di berbagai media Spanyol.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa itulah (rencana pembangunan tembok Sahara) yang dikatakan Menteri Borell, tetapi kami tidak akan membuat komentar lebih lanjut tentang pernyataannya tersebut," kata juru bicara kementerian luar negeri.

Di lain pihak, Donald Trump diduga telah menyampaikan rekomendasi pembangunan tembok perbatasan Sahara ketika Menlu Borrell menemani Raja Felipe dan Ratu Letizia ke Gedung Putih pada bulan Juni.

Spanyol mendapati dirinya berada di garis terdepan krisis imigran di Eropa, dengan lebih dari 33.600 imigran dan pengungsi tiba melalui jalur laut, di mana 1.723 orang di antaranya meninggal dalam upaya ilegal tersebut.

Peningkatan jumlah kedatangan, sebesar tiga kali lipat dari total periode yang sama tahun lalu, berarti Spanyol melampaui Italia dan Yunani sebagai tujuan utama bagi para imigran yang melintasi Laut Mediterania.

Perdana Menteri Spanyol yang beraliran sosialis, Pedro Sánchez, secara luas dipuji karena mengumumkan membawa masuk 630 pengungsi ke kapal penyelamat Aquarius, di mana sebelumnya telah ditolak kehadirannya oleh Italia dan Malta.

Namun tingginya jumlah kedatangan di pantai selatan Spanyol telah menekan fasilitas penerimaan dan infrastruktur terkait. Masalah ini juga telah digunakan sebagai senjata politik oleh partai sayap kanan yang menuduh pemerintah Sánchez menunjukkan standar ganda, dan bersikap terlalu lunak pada imigrasi.


    Category : Internasional    
    Tags        : #internasional    
    Sumber  : Liputan6.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Satelit Merah Putih Resmi Mengorbit

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG