Minggu, 17 Agustus 2014 - 17:51:03

Penjemputan Paksa Oleh Aparat Kepolisian Terhadap Terduga Pelaku Pembakaran Alat Berat Milik PT SAL

    Depi Putra Yanto Hits : 1578437    



Tembilahan, RIAUAKSI.com – Besok, sabtu (16/8/2014), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil akan memfasilitasi untuk melakukan penjemputan dan mengembalikan ratusan warga desa pungkat yang melarikan diri ke dalam hutan saat dilakukan penjemputan paksa oleh aparat kepolisian terhadap terduga pelaku pembakaran alat berat milik PT SAL, rabu (6/8/2014) yang lalu. Seperti dialnsir dari Detikriau, Minggu (17/8).

Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara masyarakat Peduli Inhil (MPI) Tengku Suhandri Abdullah kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, jum’at (15/8/2014) malam.

Dikatakannya, diketahui keberadaan ratusan warga Desa Pungkat ini saat dirinya mendapatkan kontak dari salah seorang warga yang ikut melarikan diri melalui sambungan telepon. Kamis (14/8/2014).

Berdasarkan informasi awal yang diterimanya dari sipenelepon, saat kejadian ada sekira 200 warga yang melarikan diri dari kejaran petugas. Dari jumlah itu kemudian terpencar dalam beberapa kelompok.

Kelompok yang melakukan kontak dikatakannya mengaku bahwa mereka terdiri dari sekitar 70 an warga. Bukan hanya kaum laki-laki, didalamnya juga terdapat kaum ibu-ibu dan anak-anak bahkan diantaranya juga ada beberapa orang guru sekolah dasar Desa setempat.

Sejak pelarian tanggal 6/8/2014 yang lalu, kelompok ini bergerak secara berpindah-pindah di dalam kawasan hutan. Kini mereka sudah kehabisan bekal dan bermaksud ingin kembali ke Desa Pungkat. Namun jarak dimana lokasi saat ini mereka berada sudah sangat jauh dari Desa Pungkat dan mereka tidak mungkin lagi kembali dengan cara berjalan kaki.

“makanya tadi pagi kita mencoba melakukan komunikasi dengan Bupati untuk membantu memfasilitasi pemulangan warga ke Desanya. Alhamdulillan permintaan kita mendapatkan respon yang baik,” Syukuri Comel

Mendapatkan kepastian kesediaan pemkab inhil memberikan bantuan, Comel sudah memintakan puluhan warga itu untuk menuju kepesisir pantai agar nanti mudah ditemukan dan dilakukan penjemputan untuk dipulangkan ke Desa Pungkat. ia juga mengaku sedang mencoba melakukan komunikasi dengan warga lainnya yang kini masih berada di dalam kawasan hutan.

Selain meminta Pemkab Inhil memfasilitasi melakukan pemulangan warga, MPI menurut Comel juga memintakan pemerintah untuk mendirikan posko pelayanan masyarakat termasuk membantu kembali menjalankan roda pemerintahan. Pasca peristiwa penjemputan, Kepala Desa termasuk apartur Desa lainnya tidak diketahui lagi keberadaannya hingga pemerintahan dan pelayanan di Desa Pungkat saat ini telah terhenti.


    Category : Riau    
    Tags        :    
    Sumber  :


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Benarkah iPhone SE 2 akan Rilis?

  Ekonomi Bisnis  




Kemenkeu Jualan Sukuk Ritel SR 010, Imbal Hasil 5,9 Persen