Minggu, 17 Agustus 2014 - 18:06:10

Waspada Akan Bencana Di Musim Kemarau

    Depi Putra Yanto Hits : 339160    



PEKANBARU, RIAUAKSI.com -Satelit NOAA 18 Singapura, Sabtu (16/8) sore kembali mendeteksi kemunculan 221 titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Sumatera. Dari jumlah tersebut, di wilayah Riau terpantau sebanyak 72 titik panas. Secara keseluruhan, jumlah titik panas sekarang adalah yang terbanyak dalam beberapa minggu terakhir. Seperti dilansir dari Fokusriau, Minggu (17/8).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Said Saqlul Amri kepada wartawan, Minggu (17/8) siang merilis, untuk Provinsi Riau terekam 72 titik panas. Titik terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan 24 titik panas, kemudian di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 14 titik dan di Kampar sebanyak 13 titik panas.

Sementara di Kabupaten Indragiri Hulu, Satelit NOAA 18 mendeteksi kemunculan 10 titik panas dan di Kuantan Singingi sebanyak tujuh titik. Sisanya berada di Kabupaten Siak dengan tiga titik panas dan di Rokan Hulu sebanyak satu titik. BPBD Riau juga merilis, Satelit Modis Terra dan Aqua, Sabtu (16/8) sekitar pukul 17.00 WIB merekam 25 titik panas di Riau. Titik terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan sepuluh titik dan di Kampar ada enam titik.

Selanjutnya di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indrahiri Hilir masing-masing terdeteksi kemunculan dua titik panas dan di Kabupaten Rokan Hilir serta Bengkalis masing-masing hanya ada satu titik. Titik panas merupakan hasil rekaman satelit dari suhu udara di atas 40 derajat celsius yang patut diduga sebagai peristiwa kebakaran hutan dan lahan.

Sepanjang 2014, di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau telah terjadi peristiwa tersebut, mengakibatkan sedikitnya 25 ribu hektare hutan dan lahan hangus dan menghasilkan asap yang mencemari ruang udara di sebagian wilayah.

Dalam kasus ini, Polda Riau telah berhasil menangkap dan menetapkan sebanyak 183 tersangka diduga melakukan kejahatan kehutanan dan membakar lahan. Sebanyak 116 tersangka di tangkap saat melakukan aktivitas kejahatan kehutanan pada Januari hingga Maret dan sebanyak 67 lainnya ditetapkan sejak 5 April hingga 10 Juli 2014.

"Untuk jumlah tersangka kemungkinan bisa terus bertambah mengingat hingga saat ini perburuan oleh tim di lapangan masih terus dilakukan," kata Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo


    Category : Riau    
    Tags        :    
    Sumber  :


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Benarkah iPhone SE 2 akan Rilis?

  Ekonomi Bisnis  




Kemenkeu Jualan Sukuk Ritel SR 010, Imbal Hasil 5,9 Persen