Sabtu, 04 Juni 2016 - 11:14:48

Mengabdi untuk Daerah

    Depi Putra Yanto Hits : 676020    



PEKANBARU, Riauaksi.com - Sejak awal cita-citanya adalah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kedua orangtuanya yang juga merupakan PNS menginspirasinya untuk menggeluti profesi tersebut. Maka dari itu, sejak awal ia telah merancang strategi. Ia memilih untuk masuk pada Ilmu Pemerintah agar mempermudah jalannya untuk mengabdi kepada daerah melalui PNS.

Jalan yang ditempuhnya ternyata tak terlalu sulit. Meski tak lulus IPDN waktu itu, namun lulus PBUD di Unri tak kalah membuatnya berbesar hati. Ia langsung menjemput mimpinya dengan belajar sebagai mahasiswa FISIP. “Saya bersyukur bisa lulus di FISIP Unri. Karena waktu itu memang saya tak ada kepikiran untuk lanjut studi di luar Sumatera selain IPDN.

Karena memang sejak dulu Unri sudah terkenal baik namanya. Tak perlu diragukan lagi. Saat teman-teman saya ke Jawa, saya bertahan di sini dan berkuliah di negeri sendiri,” papar pria  yang pernah menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Pemerintahan (Himip) ini kepada Riau Pos, Jumat (3/6) .

Masa-masa kuliah dijalankannya tanpa masalah. Selesai dari pendidikan S1, ia pun mencoba peruntungan. Mencari kerja sana sini. Namun, belum rezeki. Sehingga ia memutuskan untuk lanjut studi magisternya. Masih di almamaternya dulu, yakni Unri.

Ia memilih untuk mengambil manajemen pemerintahan daerah. Tujuannya untuk memperdalam ilmunya mengenai PNS. Di perjalanan, ternyata ada pembukaan lowongan PNS. Tentu Deddy tak mau menyia-nyiakannya. Ia pun langsung mendaftarkan diri berbekal ijazah S1nya.

“Tak berapa lama kuliah, ada info tes CPNS. Alhamdulillah saya lolos. Waktu itu teman-teman alumni semua memberi dukungan. Terlebih saya menjadi satu-satunya alumni di jurusan saya yang seangkatan, yang bisa lolos. Karena itu mereka menilai bahwa saya sebagai perwakilan dari mereka. Tentunya saya sangat mensyukuri hal tersebut,” lanjut pria asli Kabupaten Bengkalis ini.

Yang lebih membuatnya senang kala itu, penempatannya di Kabupaten Bengkalis, kampung halamannya. Cita-citanya untuk memajukan daerah sudah di depan mata. Posisi pertamanya saat itu ialah sebagai auditor pada Inspektorat Kabupaten Bengkalis. Meski tak ada basic akuntansi maupun hukum, namun tak membuatnya menyerah pada posisi tersebut.

Ya, auditor memang biasanya ditempatkan pada alumni-alumni akuntansi, hukum maupun teknik. Sebagai orang yang memiliki bekal ilmu pemerintahan dan sosial, nyatanya Deddy juga mampu berkiprah pada posisi tersebut. “Di situlah saya banyak belajar. Sembari menyelesaikan pendidikan S2 di Pekanbaru, saya sembari belajar dan bekerja di Bengkalis. Saya tak merasa ada kesulitan. Karena ini memang impian saya dari dahulu. Sehingga saya berupaya jadi yang terbaik dan tak mau dikalahkan oleh keadaan,” ungkapnya di sela perbincangan yang berlangsung di Pekanbaru.

Deddy memang membuktikan hal tersebut. Ia mampu menjalankan tupoksinya sekaligus pendidikannya secara beriringan. S2nya ia selesaikan dalam kurun waktu tiga tahun. Ia mengakui memang cukup terlambat. Namun mengingat perjuangannya untuk menyelesaikan pendidikan di tengah kesibukan, hal tersebut juga patut diapresiasi.

Perjalanan karir Deddy tak mandek di Inspektorat saja. Sejak tahun lalu, tepatnya tahun 2015, ia dipindah tugaskan. Ia diminta untuk mengabdi di Kecamatan Mandau, Duri. Di sana, ia mendapatkan jabatan struktural. Kepala Sub Bagian Keuangan Mandau adalah jabatana yang ia emban hingga hari ini.

Tugasnya masih ada kaitannya dengan keuangan, seperti di Inspektorat dulu. Sehingga, ia tak lagi canggung dalam menjalankan tanggung jawabnya saat ini. “Karena banyak belajar semasa menjadi auditor, saat ini saya tak lagi mengalami kesulitan. Adaptasi terjadi begitu saja tanpa ada kendala. Semua tak terlepas dari keinginan belajar yang keras di masa lalu,” lanjutnya.
Ia sendiri mengakui, pada jabatannya saat ini ia memang tak terlalu banyak bisa mengaplikasikan ilmu S1 dan S2nya. Namun, ia justru bersyukur dan menikmati. Karena ia bisa menambah ilmu baru sekaligus ikut membantu memajukan daerah meski dari hal-hal kecil.

Ke depan ia berharap, kehadiran alumni di Pemerintahan Kabupaten Bengkalis bisa semakin banyak. Saat ini ia menuturkan kontribusi alumni di Bengkalis memang tak sebanyak di kabupaten lain. Namun, yang ada saat ini, yang menjabat saat ini harus terus dimaksimalkan. Sehingga menjadi motivasi bagi alumni dan adik-adik mahasiswa untuk mau memberikan kontribusi kepada daerah mereka.Seperti dilansir dari RIAUPOS.CO, Sabtu (04/06).

“Saya berharap, nantinya pucuk-pucuk kepemimpinan di pemerintahan khususnya Kabupaten Bengkalis bisa diisi oleh alumni kita. Saya sendiri juga termotivasi menjadi PNS dan berkuliah di Unri karena melihat rekam jejak dari alumni yang sukses membesarkan daerah, seperti HR Mambang Mit. Saya yakin, alumni Unri mampu bersaing. Alumni memiliki masukan dan pemikiran yang sangat dibutuhkan bagi kemajuan daerah,” pungkas pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua IKA Ilmu Pemerintahan perdana ini.

Kepada alumni dan mahasiswa ia berpesan agar pantang menyerah untuk wujudkan mimpi dan berperanlah dalam membangun daerah. Memang tak hanya dengan menjadi PNS. Alumni juga bisa mewujudkan apapun cita-cita mereka asalkan sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

(Magang Recha)

    Category : Riau    
    Tags        : google,pekanbaru    
    Sumber  :


1 Komentar :

plan culture générale bts
20 Januari 2018 - 11:00:56 WIB

Tableau de comparaison des sites plans culs
négatifs.
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Rilis Zenfone Anyar, Asus Janjikan Kejutan di MWC 2018

  Ekonomi Bisnis  




Harga Minyak Dunia Turun