Selasa, 31 Januari 2017 - 17:08:39

Mahasiswa Lapor Polisi, Resah Lihat Chat Diduga Rizieq - Firza

    Gamanuel Yoga Elvradika Lien Hits : 470    

Liputan 6.com


Jakarta - Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Antipornografi melaporkan penyebaran foto percakapan WhatsApp yang diduga melibatkan pemimpin FPI Rizieq Shihab dan tersangka dugaan makar Firza Husein. Mereka mengaku resah dengan konten berbau pornografi itu.

Ketua Aliansi Mahasiswa Antipornografi, Jefri Azhar, mengatakan bahwa pelaporan ini berdasar pada keresahan yang dialami masyarakat. Sebab, konten berbau pornografi ini telah viral di situs-situs internet dan media sosial yang berdampak buruk bagi generasi muda.

"Kami meminta kepada Polri untuk membuktikan keaslian dokumen dan foto ini benar atau tidak, karena ini sangat mengganggu generasi muda," ujar Jefri di Mapolda Metro Jaya, Senin (30/1/2017) malam.

Dalam laporan polisi yang terdaftar dengan nomor LP/510/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus ini, terlapor masih dalam penyelidikan. Jika benar foto percakapan tersebut berasal dari Rizieq dan Firza Husein, polisi diminta segera memproses keduanya dan si penyebar.

Namun, jika tidak asli, polisi diminta mengusut kasus tersebut hingga tuntas, siapa pembuat dan penyebar konten pornografi tersebut.

"Kami minta Polri membuktikannya dan mengklarifikasi benar apa enggak. Yang jelas kami melaporkan bahwa di situs itu ada foto porno dan chat WA yang tidak senonoh," kata Jefri.

Mahasiswa lain yang turut menjadi saksi dalam pelaporan itu, Randi Ohoinaung, mengaku pertama kali melihat konten mesum itu pada Sabtu, 28 Januari 2017 di sebuah situs.

"Nah itu mungkin lampiran atau pun laporan yang kebetulan saya diskusikan dengan salah satu ketua aliansi antipornoaksi, maka ini menjadi bahan untuk kita mengadu kepada pihak kepolisian," ucap Randi sambil memperlihatkan barang bukti.

Dalam laporan ini, mereka menyertakan barang bukti berupa kepingan CD berisi video, screenshoot obrolan WhatsApp dan foto-foto porno yang berasal dari situs itu.

Terlapor yang masih dalam penyelidikan polisi ini nantinya akan dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 32 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sebelumnya, penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah bergerak menangani kasus penyebaran konten tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, kasus ini pertama kali diungkap tim patroli siber.

Konten itu berisi capture percakapan dan gambar berbau pornografi yang diduga Habib Rizieq alias HR dan Firza Husein alias F.

Hasil patroli siber yang dilakukan tim penyidik Polda Metro Jaya itu dilaporkan ke pemimpin dan diinstruksikan agar dilakukan penyelidikan pada kasus penyebaran konten berbau pornografi tersebut.

Polisi juga sudah mengantongi identitas beberapa pelaku. Namun, ia enggan membeberkan siapa identitas penyebar konten pornografi yang diduga melibatkan Rizieq Shihab dan Firza Husein.

"Sudah teridentifikasi. Lebih dari satu (akun atau pelaku)," ujar dia.

Sementara itu, pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, membantah pelaku chat berbau pornografi yang telah tersebar di dunia maya itu adalah kliennya.

"Setelah aksi 411, Habib (Rizieq) sudah tidak pernah pegang telepon lagi. Yang pegang itu istri, anak, dan teman-teman dekat Habib," ujar dia saat dihubungi RANews.com, Senin, 30 Januari 2017.

Alasan Rizieq tidak memegang telepon beragam. Salah satunya adalah karena ada kekhawatiran telepon yang dipegangnya dikloning orang atau pihak lain.

"Jadi, apa yang tersebar itu jelas bukan Habib. HP dia sudah dikloning. Dan itu rekayasa keji dan fitnah busuk," ujar Kapitra.

Alasan lainnya, ia menambahkan, Rizieq usai memimpin aksi 411 selalu sibuk menerima tamu. "Habib dari mulai bangun tidur sudah banyak tamu. Tidak ada lagi waktu chat-chat seperti itu," tegas dia.

Nah, dari beberapa potongan gambar percakapan yang tersebar diketahui
percakapan tersebut dilakukan pada Agustus 2016 atau tiga bulan sebelum
aksi damai 411 digelar. (Ar/Magang)


    Category : Hukum dan Politik    
    Tags        : #kriminal,#nasional    
    Sumber  : Liputan 6.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 




  Terupdate  






  Most Populer