Jumat, 03 Maret 2017 - 15:38:56

Dorong Minat Investor Sektor Energi, Sejumlah Aturan Bakal Direvisi

    by : Gamanuel Yoga Elvradika Lien    
     
    Hits : 158    


JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan pembangunan pada sektor energi. Salah satunya adalah pada kilang minyak, biak pengembangan kilang maupun pembangunan kilang baru.

Hanya saja, peserta lekang pada beberapa Wilayah Kerja masih kurang diminati oleh investor. Meskipun menurut Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar wilayah kerja masih banyak diminati, namun Kementerian ESDM tetap berencana untuk menerbitkan aturan agar mampu menggenjot minat investor.

Tak hanya itu, Kementerian ESDM juga berencana untuk mengajukan usulan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi. Terdapat beberapa hal yang akan direvisi. Di antaranya adalah perubahan terkait kewajiban kontraktor kontrak kerja sama minyak dan gas untuk mengembalikan kepada negara seluruh barang serta peralatan yang dibeli dan digunakan saat masa eksplorasi.

"Saya kira enggak (sepi peminat), kan ini kita perbaiki, salah satunya PP 35 yang akan kita perbaiki, terus Permen terbaru yang akan kita terbitkan, itu masih soal insentif undicovercost atau cost yang dibutuhkan untuk meningkatkan produksi sebelum kontrak berakhir, yang buat transisi. Masih dalam pembahasan keuangan, dengan pajak dan lain-lain," tuturnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Khusunya untuk revisi PP, hal ini telah dibicarakan bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution. Pembahasan lebih lanjut pun masih akan kembali dilakukan.

"Saya ke Pak Darmin sudah ngomong, poinnya kan itu gimana caranya barang-barang yang digunakan untuk eksplorasi inikan insentif eksplorasi iya kan. Kalau eksplorasinya tidak berhasil ya barangnya dikembalikan kepada KKKS yang beli cuma dia dikenakan beban bea masuk, tapi kalau itu cost recovery harus milik negara, tidak dibebankan bea masuk," jelasnya.

Tak hanya itu, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2010 juga akan direvisi. Hanya saja, perkembangan revisi PP ini harus dicek kembali oleh Arcandra sekalipun pada tingkat Kementerian ESDM telah selesai dibahas.

"Akan saya tanya lagi dimana, kalau disini sudah selesai. Nantilah saya akan cek dulu," tutupnya. (A.M)


    Category : Ekonomi Bisnis    


    Tags : #Ekonomi Bisnis,#nasional    


    Sumber : okezone.com



Akses Riauaksi.com Via Mobile m.riauaksi.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


  Terkini  



  Most Popular  



  Pilihan  


  Teknologi  


Cover Smartphone Ini Dibuat dari Material Mobil Mercedes Benz
STUTTGART - Produsen mobil premium Mercedes Benz merambah ke dunia smartphone. Namun perusahaan berlogo three point star itu bukan memproduksi

  Olahraga  


Fabiano Dukung Reformasi di Manajemen Persija
CILACAP - Bek Madura United Fabiano Beltrame senang dengan reformasi di tubuh manajemen mantan

  Ekonomi Bisnis  


Ini yang Bikin Penjualan Wholesales Mobil Daihatsu Indonesia Naik
JAKARTA - Merujuk pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke diler) Daihatsu periode

  English Version  


"Tree Man" cured of rare disease that gave him branchlike hands and feet
AFTER enduring 16 gruelling surgeries spanning a year, Bangladesh’s “Tree Man” has finally been cured. Adul

  Unik  


Kambing di Bogor Doyan Makan Uang dan Rendang
BOGOR - Kambing merupakan makhluk herbivora alias hewan pemakan tumbuhan. Namun, kambing betina milik Tati (49) ini berbeda dari kambing lainnya,