Rabu, 08 Maret 2017 - 15:57:06

Penambahan Suplai Air Bersih Diragukan Mampu Tahan Penurunan Tanah

    Gamanuel Yoga Elvradika Lien Hits : 4517    

okezone.com


JAKARTA - Kondisi permukaan tanah Jakarta diperkirakan terus menurun tiap tahunnya. Beberapa kalangan memprediksikan Jakarta akan tenggelam dalam artian terjadi penurunan tanah yang drastis.

Pemerintah lantas berencana untuk membangun tanggul laut atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Dengan harapan, dapat menahan tekanan air laut pada kondisi permukaan daratan Jakarta yang terus menurun.

Kendati demikian, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan pembangunan NCICD masih banyak diperdebatkan.

Pasalnya, penurunan tanah di Jakarta masih dapat ditanggulangi dengan pemerataan distribusi air bersih, sehingga dapat menjaga pengambilan air tanah. Imbasnya, laju penurunan permukaan tanah dapat ditekan.

"Pertanyaannya, kalau kita perbaiki di sini kita tambah supply air bersih di Jakarta kira-kira itu bisa menolong tidak, sehingga tanggul laut tidak diperlukan, ini yang masih debatable," terangnya di Kantor Kemenko Maritim, Rabu (8/3/2017).

Bambang menuturkan NCICD merupakan program jangka panjang. Sedangkan dalam jangka pendek, Pemerintah akan fokus kepada pembangunan tanggul pantai untuk menanggulangi banjir rob di pesisir pantai Jakarta.

"Paling penting, tanggul pantai yang 20 kilometer untuk daerah kritis harus dibuat," tukas dia.

Saat ini pihak Bappenas telah menyelesaikan kajian pembangunan tanggul pantai sepanjang 20 kilometer di pesisir Jakarta. Pembangunan ini diharapkan dapat segera direalisasikan 2017 dan rampung di 2018. (A.M)


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        : #Ekonomi Bisnis    
    Sumber  : okezone.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Xiaomi Mi A1 sudah Masuk Indonesia Berbanderol Rp3,09 Juta

  Ekonomi Bisnis  




Agustus, Penjualan Mobil di Indonesia Meningkat Jadi 96.461 Unit