Jumat, 10 Maret 2017 - 14:40:54

Bangun Rumah Murah, Ini Alasan Pengembang Daerah Pilih Lahan Sendiri

    Gamanuel Yoga Elvradika Lien Hits : 263    

okezone.com


KUPANG - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Andre Koreh mengatakan, pemerintah daerah maupun pusat telah banyak membangun perumahan di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Perumahan yang dibangun pemerintah daerah tidak terlalu banyak, tetapi rumah-rumah yang dibangun pemerintah pusat sudah cukup banyak, dan tersebar di hampir semua daerah di NTT," kata Andre Koreh kepada Antara di Kupang, Jumat (10/3/2017).

Dia mengemukakan, hal itu berkaitan dengan progres program pembangunan sejuta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di provinsi berbasis kepulauan itu.

"Kalau soal progresnya, masih dalam penghitungan. Saat ini tim sedang berada di lapangan," ucapnya, menambahkan.

Mengenai dukungan pemerintah daerah, dia mengatakan pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diserahkan sepenuhnya pada pengembang.

Pemerintah hanya memberikan batasan dalam hal patokan uang muka sebesar 1%, agar tidak memberatkan masyarakat yang ingin memiliki rumah, ujarnya.

"Pemerintah tidak mungkin menghalangi pengembang. Pemerintah hanya memberikan batasan dalam hal patokan uang muka. Untuk pembebasan lahan, pemerintah tidak ingin mengurus sejauh itu," imbuhnya.

Lebih nyaman Ketua Badan Pertimbangan Organisasi Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur Boby Lyanto dalam keterangan terpisah mengatakan, para pengembang di daerah itu lebih memilih untuk menyiapkan lahan sendiri untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Pilihan ini dinilai lebih nyaman daripada disiapkan oleh pemerintah, yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan masalah hukum, kata Boby Liyanto.

"Pengembang memang lebih setuju kalau lahan untuk pembangunan MBR ini dari pemerintah karena harga rumah bisa jauh lebih murah dan dapat dijangkau oleh masyarakat maupun PNS, tetapi lahan yang disiapkan pemerintah justru selalu bermasalah," tukasnya.

Berdasarkan pengalaman, kata dia, lahan yang disiapkan pemerintah justru menimbulkan masalah hukum bagi pimpinan daerah.

"Sebagai pengusaha, kita tentu ingin mencari cara yang lebih nyaman. Dari pada ada masalah di kemudian hari," tambahnya. (A.M)


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        : #Ekonomi Bisnis    
    Sumber  : okezone.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


  Terkini  



  Most Popular  



  Pilihan  


  Teknologi  


LG Bakal Rilis Dua Versi V30, Apa Bedanya?
LG dikabarkan akan segera merilis dua varian smartphone premium miliknya di akhir Agustus ini. Hal ini diketahui melalui undangan yang disebarkan LG

  Olahraga  


18-20 Agustus, 17 Atlet Lemkari Inhil Ikuti Kejuaraan Karate Tingkat Sumatera
TEMBILAHAN,Riauaksi.com - Sebanyak 17 atlet Lembaga Karate Republik Indonesia (Lemkari) Kabupaten Indragiri (Inhil) akan mengikuti kejuaraan karate

  Ekonomi Bisnis  


Harga Emas Antam Rp614.000/Gram, Naik Rp6.000
JAKARTA,Riauaksi.com  - Sehari paska HUT RI, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) naik Rp6.000 per gram menjadi

  English Version  


This startup went from retrieving stolen cars to rewarding good drivers
A stolen vehicle, a two-hour search, and catching car thieves. That’s how Syed Ahmad Fuqaha, managing director and founder at driving

  Unik  


Tempat-Tempat Terlarang bagi Perempuan
Anda yang beragama Islam tentu tahu bahwa dalam Islam ada yang meyakini bahwa wanita yang sedang menstruasi tak boleh memasuki