Senin, 20 Maret 2017 - 08:19:25

Pria Berpakaian Compang-camping Diamuk Ratusan Massa

    Depi Putra Yanto Hits : 1644    

Liputan6.com


 Cilegon - Seorang pria berpakaian compang-camping menjadi korban amuk massa karena dicurigai sebagai penculik anak. Informasi yang tidak valid itu berseliweran di media sosial di Banten.

Insiden nahas tersebut berawal saat pria tersebut melintasi Lingkungan Krapcak, Kelurahan Randakali, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten, sekitar pukul 20.00 WIB pada Sabtu, 18 Maret 2017.

"Saksi Rahmatulloh melihat orang itu sedang lewat di daerah Randakali. Kalau tidak salah sekitar jam 8 (malam) dia melintas. Mungkin orang-orang menganggap orang itupenculik," kata Iptu Sudibyo Wardoyo, Panit I Reskrim Polsek Ciwandan, Minggu, 19 Maret 2017.

Pria malang itu diamuk massa sekitar 200 orang hingga kondisinya kritis. Ia mengalami luka parah hampir di sekujur tubuhnya, seperti luka robek di bagian kening, dan dagu. Ia bahkan mengeluarkan darah dari hidung dan telinganya.

"Kita dapat info langsung ke TKP. Posisinya sudah tergeletak. Karena masih bernafas, kita utamakan penyelamatan nyawa," ujar dia.

Pria tak beridentitas yang diduga orang gila itu pun akhirnya mengembuskan napas terakhir di RSUD Cilegon pada pukul 02.03 WIB pada Minggu, 19 Maret 2017.

"Kita sedang memeriksa saksi-saksi. Anggota kita di lapangan masih mencari saksi yang melihat langsung," ucap Sudibyo.

Balam beberapa hari terakhir, masyarakat Provinsi Banten dihebohkan dengan beredarnya kabar penculikan anak oleh orang yang menyerupai orang gila dan pengemis.

Kabar tersebut tersebar melalui akun Facebook hingga pesan berantai melalui BlackBerry messenger maupun Whatsapp. Namun, kabar tersebut hingga kini belum terbukti aliashoax.(FY)


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : Liputan6.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Penggantian Layar Iphone X Memerlukan Biaya Ratusan Juta

  Ekonomi Bisnis  




Ditjen Pajak Perlu Tarik Ulur Pelonggaran Kebijakan