Senin, 20 Maret 2017 - 12:24:23

Menhub : Tindak Tegas Pelaku Premanisme dan Pungutan Liar

    by : Gamanuel Yoga Elvradika Lien    
     
    Hits : 42    


JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan apresiasi yang tinggi kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri karena telah berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dugaan tindak pidana pemerasan, korupsi, pencucian uang dan premanismedi Pelabuhan Palaran Samarinda. Hal tersebut disampaikan Menhub Budi disela kunjungannya ke Samarinda pada Sabtu (18/3).

"Saya mengapresiasi tindakan Bareskrim Polri terhadap operasi tangkap tangan di Pelabuhan Palaran dan saya minta agar tidak segan-segan menindak segala bentuk pungutan liar," tegas Menhub dalam rilis Kemenhub di Jakarta, Minggu (20/3/2017).

Menhub juga menyatakan akan melakukan tindakan tegas jika terdapat pegawai Kementerian Perhubungan yang ikut terlibat dalam OTT di Pelabuhan Palaran Samarinda.

Lebih lanjut Menhub mengatakan Presiden RI Joko Widodo memberikan perhatiannya terhadap kejadian OTT dan meminta agar kejadian seperti ini tidak terulang.

"Kejadian ini merupakan suatu praktek dimana competitiveness dari perekonomian kita menjadi lemah. Bapak Presiden selalu mengingatkan agar kita dapat mengimprove diri menjadi lebih baik agar tidak ada peristiwa OTT lainnya. Oleh karenanya kita support Polri untuk menindaklanjuti kasus ini sampai tuntas," jelas Menhub.

Menhub berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran semua pihak serta dapat memberantas praktek pungli dalam pelayanan jasa transportasi.

"Kedepannya kita akan susun aturan baru kepabeanan yang lebih mudah, murah dan diharapkan dapat merangsang iklim investasi yang lebih baik," ujar Menhub.

Seperti diketahui, tim penyidik Bareskrim Polri melakukan penggeledahan pada hari Jumat (17/3) di empat titik diantaranya Kantor TKBM Komura, PT PSP, Pelabuhan Palaran dengan dugaan adanya pungutan liar ilegal yang menyebabkan tingginya biaya bongkar muat peti kemas. Dalam penggeledahan ditemukan sejumlah fakta adanya pemungutan dengan penambahan biaya yang dibebankan kepada pemilik barang diluar aturan yang ditetapkan. Terdapat 25 saksi yang sudah diperiksa namun Polri belum merilis nama tersangka karena masih dalam tahap penyidikan kepolisian. (AR)


    Category : Nasional    


    Tags : #nasional    


    Sumber : Tribunnews.com



Akses Riauaksi.com Via Mobile m.riauaksi.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


  Terkini  



  Most Popular  



  Pilihan  


  Teknologi  


Cover Smartphone Ini Dibuat dari Material Mobil Mercedes Benz
STUTTGART - Produsen mobil premium Mercedes Benz merambah ke dunia smartphone. Namun perusahaan berlogo three point star itu bukan memproduksi

  Olahraga  


Fabiano Dukung Reformasi di Manajemen Persija
CILACAP - Bek Madura United Fabiano Beltrame senang dengan reformasi di tubuh manajemen mantan

  Ekonomi Bisnis  


Ini yang Bikin Penjualan Wholesales Mobil Daihatsu Indonesia Naik
JAKARTA - Merujuk pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan wholesales (pabrik ke diler) Daihatsu periode

  English Version  


"Tree Man" cured of rare disease that gave him branchlike hands and feet
AFTER enduring 16 gruelling surgeries spanning a year, Bangladesh’s “Tree Man” has finally been cured. Adul

  Unik  


Kambing di Bogor Doyan Makan Uang dan Rendang
BOGOR - Kambing merupakan makhluk herbivora alias hewan pemakan tumbuhan. Namun, kambing betina milik Tati (49) ini berbeda dari kambing lainnya,