Senin, 20 Maret 2017 - 14:41:26

Disebut Kecipratan 1,4 Juta Dolar AS, Melchias Mekeng Laporkan Andi Narogong

    by : Gamanuel Yoga Elvradika Lien    
     
    Hits : 22    


JAKARTA - Anggota DPR RI dari Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, melaporkan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong ke Bareskrim Polri, di Gedung KKP, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Mekeng mempolisikan Andi Narogong karena menyebut dirinya menerima jatah fee 1,4 juta Dolar Amerika Serikat terkait penganggaran megaproyek KTP elektronik atau e-KTP 2011-2012 sebagaimana surat dakwaan perkara proyek tersebut di persidangan.

Mekeng yang didampingi pengacara Petrus Salestinus melaporkan Andi Narogong ke kepolisian atas sangkaan telah melakukan pidana memberikan keterangan palsu, fitnah dan atau pencemaran nama baik.

Sebab, ia merasa tidak pernah menerima suap sebagaimana pengakuan Andi Narogong dalam dakwaan.

Dalam surat laporan polisi nomor LP/306/III/2017 tertanggal 20 Maret 2017, Mekeng menikai Andi Narogong telah melanggar Pasal 317, Pasal 318, Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUH-Pidana.

"Saya sudah melaporkan secara resmi terhadap dugaan fitnah dan pencemaran nama baik saya yang berakibat pada kehormatan DPR, khususnya Badan Anggaran, yang dilakukan oleh Andi Narogong," ujar Mekeng usai membuat laporan.

Mekeng menyerahkan bukti dugaan pidana yang dilakukan oleh Andi Narogong ke penyidik hanya berupa salinan surat dakwaan kedua mantan pejabat Kemendagri yang menjadi terdakwa korupsi megaproyek e-KTP dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dirinya.

Diketahui, laporan Mekeng ini bermula dari sidang dakwaan perkara korupsi mega proyek e-KTP 2011-2012 sebesar Rp5,9 triliun dengan terdakwa mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, dan mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman.

Dalam dakwaan tersebut terungkap sejumlah nama anggota DPR, mantan anggota DPR yang kini duduk sebagai menteri serta mantan pejabat Kemendagri, yang diduga menerima jatah miliaran rupiah terkait penganggaran megaproyek e-KTP senilai Rp5,9 triliun. Total kerugian negara mencapai Rp2,3 triliun.

Dalam dakwaan tersebut disebutkan pengusaha Andi Narogong memberikan uang kepada Melchias Marcus Mekeng selaku Ketua Banggar DPR dan dua Wakil Ketua Banggar yaitu Mirwan Amir dan Olly Dondokambey. Pemberian uang dilakukan secara bertahap pada September hingga Oktober 2010. Total uang untuk Melchias Marcus Mekeng sebesar 1,4 juta Dolar AS.

Proses persidangan perkara Sugiharto dan Irman belum selesai dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga masih menyidik nama-nama pihak yang menerima suap tersebut.

Namun, sejumlah pihak yang disebutkan dalam dakwaan kedua mantan pejabat Kemendagri sudah membuat laporan ke kepolisian karena merasa difitnah.

Sebelumnya, mantan Ketua DPR Marzuki Alie lebih dulu melaporkan Andi Narogong ke Bareskrim Polri.

Mekeng mengaku dirinya harus melaporkan Andi Narogong ke polisi karena nama baiknya sudah tercemar sehingga tidak perlu menunggu proses persidangan Sugiharto dan Irman selesai.

"Nama saya kan udah tercemar sejak minggu lalu. Ngapain saya nunggu persidangan. Jadi, saya laporin sekarang. Nanti sidang saya juga akan ikuti dan saya akan buktikan kalau itu benar-benar fitnah," kata dia. (AR)


    Category : Nasional    


    Tags : #nasional    


    Sumber : Tribunnews.com



Akses Riauaksi.com Via Mobile m.riauaksi.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


  Terkini  



  Most Popular  



  Pilihan  


  Teknologi  


Honda Civic Hatchback Tebar Pesona
BANGKOK - Honda meluncurkan Civic hatchback di ajang Bangkok International Motor Show (BIMS) pada Selasa 28 Maret 2017. Mobil ini merupakan salah

  Olahraga  


Paolo Maldini Tak Berminat Jadi Pelatih
MILAN - Legenda AC Milan, Paolo Maldinitidak tertarik menjadi pelatih sepakbola, meski ia memiliki kesempatan tersebut. Maldini melihat pada

  Ekonomi Bisnis  


Memiliki Potensi, Banyak Ilmuwan Asing Lakukan Penelitian di Indonesia
JAKARTA - Produktivitas peneliti Indonesia perlu terus ditingkatkan. Tak cukup sampai di situ, hasil riset harus disertai dengan publikasi di jurnal

  English Version  


"Tree Man" cured of rare disease that gave him branchlike hands and feet
AFTER enduring 16 gruelling surgeries spanning a year, Bangladesh’s “Tree Man” has finally been cured. Adul

  Unik  


Kambing di Bogor Doyan Makan Uang dan Rendang
BOGOR - Kambing merupakan makhluk herbivora alias hewan pemakan tumbuhan. Namun, kambing betina milik Tati (49) ini berbeda dari kambing lainnya,