Senin, 20 Maret 2017 - 15:16:12

Dipanggil Polisi Kasus Penggelapan, Sandiaga Dinilai Tidak Bersih

    by : Gamanuel Yoga Elvradika Lien    
     
    Hits : 19    


JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya(PMJ) akan memanggil Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Salahudin Uno.

Pemanggilan tersebut guna mengklarifikasi laporan terkait tuduhan tindak pidana penggelapan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono megatakan, Sandiaga akan dipanggil penyidik pada Selasa (21/3/2017) besok.

"Ya, benar. Ada agenda panggilan klarifikasi terhadap Sandiaga Uno, besok (Selasa) siang," ujar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia atau TPDI Petrus Selestinus, menyatakan Sandiaga tidaklah bersih.

Apalagi ada beberapa laporan terkait Sandiaga.

Pemanggilan pasangan Anies Baswedan ini, ucap Petrus, Sandiaga yang selama ini bersih tercoreng dengan laporan tersebut.

"Ya tidak bersih apalagi banyak laporan polisi yang mandek di Kepolisian. Ukurannya Polda Metro Jaya harus buka SKCK Polda Metro terkait pencalonannya di KPU," ujar Petrus.

Sandiaga bersama rekan bisnisnya, Andreas Tjahyadi, dilaporkan Djoni Hidayat pada Rabu (8/3/2017) lalu.

Keduanya diduga melakukan penggelapan terkait penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang Selatan, Banten, pada 2012 silam.

"Penggelapan tanah kurang lebih satu hektar di Jalan Raya Curug," ujar kuasa hukum Djoni, Fransiska Kumalawati Susilo.

Untuk diketahui, kasus ini bermula saat PT Japirex yang dipimpin oleh Sandi dan Andreas, ingin menjual tanah seluas kira-kira 6.000 meter persegi di jalan Curug Raya KM 3.5, Tangerang Selatan.

Tepat di belakang tanah tersebut, terdapat lahan seluas 3 ribu meter persegi.

Tanah yang diketahui merupakan titipan dari mendiang Happy Soeryadjaya kepada Djoni Hidayat.

Sebagaimana diketahui, Djoni sendiri merupakan salah satu jajaran manajemen di PT Japirex.

Sedangkan, almarhumah Happy adalah istri pertama Edward.

Sementara Edward, merupakan anak dari William Soerjadjaja, pengusaha kondang pendiri PT Astra Internasional.

Singkat cerita, Sandi dan Andreas pun mengajak Djoni untuk ikut menjual tanahnya.

Akhir tahun 2012, seluruh properti itu pun laku terjual seharga Rp 12 miliar.

Namun, sebagian uang hasil penjualan tersebut tidak mengalir ke keluarga almarhumah Happy Soerjadjaya.

Pihak pelapor, sudah berupaya menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan, sejak Januari 2016 lalu.

Namun, tidak ada respon positif dari kedua pihak. Baik Andreas mau pun Sandi.

"Terakhir saya coba hubungi Sandi lewat Whatsapp tapi tidak dibalas. Kalau Andreas saya sudah lama tidak komunikasi," ujar Fransiska.

Puncaknya, Edward pun mengajukan laporan ke PMJ dengan nomor 1151/III/2017/PMJ/Dit.Reskrimum.

Kedua terlapor, Sandi dan Andreas, dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Jika terbukti bersalah, Sandi dan Andreas terancam pidana penjara maksimal empat tahun. Atau denda paling banyak Rp 900 ribu.

Meski demikian, polisi masih akan melakukan gelar perkara terkait kasus ini. Khususnya, setelah klarifikasi terhadap kedua terlapor. (AR)


    Category : Nasional    


    Tags : #nasional    


    Sumber : Tribunnews.com



Akses Riauaksi.com Via Mobile m.riauaksi.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


  Terkini  



  Most Popular  



  Pilihan  


  Teknologi  


Berdampak Buruk terhadap Lingkungan, Daihatsu Tidak Mau Bawa Mobil Diesel
JAKARTA - PT Astra Daihatsu Motor (ADM), agen pemegang merek mobil Daihatsu di Indonesia, sampai saat ini belum berniat membawa produk bermesin

  Olahraga  


Preview Portugal vs Hungaria: Duel Sarat Emosi
LISBON - Portugal berambisi meraih kemenangan saat menjamu Hungaria di babak kualifikasi Piala Dunia 2018 di Grup B, Minggu (26/3/2017) dini

  Ekonomi Bisnis  


Memiliki Potensi, Banyak Ilmuwan Asing Lakukan Penelitian di Indonesia
JAKARTA - Produktivitas peneliti Indonesia perlu terus ditingkatkan. Tak cukup sampai di situ, hasil riset harus disertai dengan publikasi di jurnal

  English Version  


"Tree Man" cured of rare disease that gave him branchlike hands and feet
AFTER enduring 16 gruelling surgeries spanning a year, Bangladesh’s “Tree Man” has finally been cured. Adul

  Unik  


Kambing di Bogor Doyan Makan Uang dan Rendang
BOGOR - Kambing merupakan makhluk herbivora alias hewan pemakan tumbuhan. Namun, kambing betina milik Tati (49) ini berbeda dari kambing lainnya,