Kamis, 13 April 2017 - 13:24:34

Diintimidasi, Go-Jek Minta Perlindungan Pemerintah Daerah

    Depi Putra Yanto Hits : 4792    

Okezone.com


MEDAN– Ratusan penarik Go-Jek mendatangi Kantor Wali Kota Medan untuk meminta perlindungan kepada Pemko Medan terkait banyaknya intimidasi yang dilakukan para penarik becak bermotor (betor) di lapangan.

“Kami datang kemari untuk mengadukan nasib kami yang sering diintimadasi penarik betor di lapangan. Kami ingin adanya perlindungan dan jaminan keselamatan di lapangan. Bagaimanapun kami ingin bekerja lebih nyaman dan aman. Apalagi Go-Jek sekarang ini semakin diminati masyarakat,” ungkap Ketua Forum Solidaritas Roda Dua Online Kota Medan dan sekitarnya Joko Pitoyo.

Joko menjelaskan, saat ini Go-Jek sudah menjadi transportasi kebanggaan masyarakat. Banyak masyarakat yang masih menginginkan Go-Jek tetap beroperasi di Kota Medan. Sebab, saat ini banyak masyarakat lebih memilih Go Jek daripada betor.

Sebab, masyarakat merasa lebih nyaman dan lebih murah menggunakan transportasi online tersebut untuk berpergian ke suatu tempat. Dengan adanya intimidasi dari oknum-oknum betor itu, mereka menjadi takut atau kurang nyaman. Untuk itu, mereka meminta Pemko Medan menyikapi masalah ini sebagai salah satu upaya menyelamatkan hak-hak konsumen.

“ Masyarakat masih menginginkan Go-Jek beroperasi di lapangan. Kami sudah sebulan lebih melepas atribut saat bekerja karena takut dengan intimidasi itu. Untuk itu tolong bantulah kami,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Lalu Lintas dan Transportasi Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono mengungkapkan, pihaknya tidak menghindar dalam penyelesaian masalah ini. Hanya saja, masalah Go-Jek atau angkutan transportasi roda dua belum diatur dalam peraturan.

Berdasarkan Peraturan Mentri Perhubungan Nomor 26/2017 tentang Angkutan Darat hanya mengatur tentang kendaraan transportasi khusus roda empat atau 1000 cc.

“Masalah Go Jek belum diatur dalam peraturan. Hanya masalah taksi online seperti Go Car, Grab, dan lainnya atau 1000 cc. Namun, kenyataannya meskipun belum diatur, tapi sudah ada di lapangan. Makanya, keberadaanya belum kami akomodir,” ungkap Suriono.

Dia menjelaskan, sebagai pemerintah daerah, mereka tidak bisa berpihak kepada satu pihak. Semuanya harus diakomodir. Sehingga tidak terjadi kericuhan dan keributan antara kedua belah pihak, baik Go-Jek maupun beton.

Untuk Go-Jek sendiri meskipun belum diatur dalam peraturan, mereka sudah melakukan kunjungan ke daerah yang sudah mengeluarkan peraturan daerah terkait keberadaan Go-Jek. Seperti yang dilakukan Pemko Depok. Hanya saja, apabila perda di Depok diberlakukan, tentunya para penarik Go-Jek sangat keberatan. Mengingat, Go-Jek di sana dilarang menaikan maupun menurunkan penumpang di wilayah yang dilalui angkutan umum.

“Kalau ini diberlakukan pasti kalian keberatan. Tapi, kami tetap berusaha tetap mengatur masalah ini walaupun kesulitan. Hanya saja kami tidak mungkin membuat peraturan daerah yang bertentangan dengan peraturan di atasnya. Semua pihak tetap kami akomodir. Kalau hanya satu kami akomodir, nanti pihak lain juga mendemo kami. Untuk itu penarik Go-Jek juga harus berikan masukan ke kami,” tambah Suriono.

Dia meminta para penarik Go-Jek bersabar untuk menghindari konflik terjadi di lapangan. “Ini negara hukum semua harus bedasarkan aturan. Untuk itu kita saling menjaga keamanan dan menghindari bentrokan di lapangan,” pungkasnya.(FY)


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : Okezone.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Penggantian Layar Iphone X Memerlukan Biaya Ratusan Juta

  Ekonomi Bisnis  




Ditjen Pajak Perlu Tarik Ulur Pelonggaran Kebijakan