Rabu, 19 April 2017 - 10:30:36

Tingkat Antusiasme Pemilih di TPS Agus Yudhoyono Berkurang Drastis

    Gamanuel Yoga Elvradika Lien Hits : 8270    

republika.co.id


Jakarta - Saksi Panwas TPS 06, Faizah mengungkapkan adanya penurunan antusiasme pemilih di TPS tempat Agus Harimurti Yudhoyono menyalurkan suaranya tersebut. Bahkan, hingga pukul 10.00 WIB menurutnya belum sampai 50 persen dari total 495 pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

"Memang pemilih yang mendatangi TPS lebih sepi dibanding putaran pertama. Ini sampai sekarang (pukul 10.00 WIB) belum ada 50 persen yang datang ke TPS," kata Faizah di TPS 06, Jalan Cibeber I, Rawa Barat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/4).

Faizah menduga, berkurangnya antusiasme pemilih dalam menggunakan hak pilihnya terjadi karena sudah tidak adanya calon gubernur yang menggunakan hak pilihnya di lokasi tersebut, setelah Agus Yudhoyono tidak lolos ke putaran kedua. Sehingga, menurutnya, bisa jadi para pemilih lebih memilih waktu jelang penutupan untuk menyalurkan suaranya.

"Putaran pertama kan tempatnya calon gubernur nyoblos jadi otomatisnya ramai. Kalau sekarang kan sudah tidak ada calon. Mungkin berpikirnya (pemilih) nanti saja, jam setengah 12 atau jam 12," ucap Faizah.

Berdasarkan pantauan di TPS 06, memang terlihat jelas perbedaan antusiasme pemilih di putaran pertama dengan putaran kedua. Pada putaran pertama, sejak pagi para pemilih sudah berbondong-bondong mendatangi TPS yang berlokasi di Taman Cibeber tersebut.

Tetapi, di putaran kedua ini, TPS tersebut tampak lengang. Tidak ada lagi pemilih yang berkerumun di sana. Para pemilih terlihat secara bertahap mendatangi TPS, sehingga tidak perlu mengantre untuk menggunakan hak pilihnya.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional,#politik    
    Sumber  : republika.co.id


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Harbolnas, e-Commerce Pasang Target Transaksi Berkali Lipat

  Ekonomi Bisnis  




Kemenkeu Evaluasi Rencana Pemberian Rp 1,4 Miliar per Desa