Rabu, 19 Juli 2017 - 19:39:58

Cara Mencegah Ponsel Terkena Mobile Ransomware

    Michael B. Bara Hits : 1051    

tirto


Manajer Kaspersky Lab Teritorry Channel Indonesia, Dony Koesmandarin memperingatkan untuk mewaspadai mobile ransomware yang berpotensi menyerang Indonesia sebagai negara berkembang. Ia mengingatkan, jika ponsel sudah terkenal ransomware, jangan pernah mau membayar.

"Pertama, untuk membuat ransomware makin canggih itu perlu biaya, lagipula Anda membayar pun belum tentu data Anda dikasih. Kedua, jika Anda membayar, Anda berarti ikut mensponsori mereka untuk bekerja lebih giat," kata Dony di Jakarta, Selasa (18/7/2017).

Ada beberapa cara yang menurut Dony bisa mencegah terkena mobile ransomware, sebagaimana diwartakan Antara.

1. Back-updata
Menurut Dony mencadangkan data bukan lagi sebuah opsi, tetapi sudah menjadi keharusan saat ini.

2. Edukasi diri Anda tentang tren kejahatan siber.

3. Jangan gunakan Wi-Fi publik untuk hal krudensial
Wi-Fi berpotensi besar menjadi celah kejahatan siber karena dapat diakses oleh siapa saja.

4. Untuk antisipasi, atur Setelan > Pribadi > Keamanan > Administrasi perangkat > Sumber tidak dikenal (non aktifkan)
Hal ini mencegah perangkat untuk mengunduh file secara otomatis.

5. Perbarui device firmdan aplikasi yang sudah terinstal secara reguler

6. Instal solusi keamanan

Dony mengatakan mobile ransomware paling mudah disebarkan melalui Google Play Store. "Siapa pun bisa jadi developer dan bisa di taruh di Google Play Store," ujar dia. 

Beberapa aplikasi yang menurut Dony merupakan pembawa ransomware pada mobile adalah "Guide for Pokemon Go New" dan "Funny Video Pro". 

Sayangnya, ciri-ciri aplikasi yang sudah disusupi malware sulit diketahui dengan kasat mata. "Anda harus punya tool dan experience," ujar Dony. 

Hal ini yang menurut Dony membuat perangkat Android lebih rentan dibanding perangkat iOS. Pasalnya, developer iOS sangat disaring untuk dapat mengunggah aplikasi di Apple App Store. 

Bahayanya, Dony mengatakan, pengguna mobile phone bisa menjadi "kaki tangan" kejahatan siber. 

"Ketika Anda menggunakan aplikasi yang sudah di-inject, dan mengirim file tersebut kepada orang lain, maka Anda sudah ikut menyebarkan. Itulah salah satu cara kejahatan siber," kata dia.


    Category : Teknologi    
    Tags        : #teknologi    
    Sumber  : tirto


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


  Terkini  



  Most Popular  



  Pilihan  


  Teknologi  


LG Bakal Rilis Dua Versi V30, Apa Bedanya?
LG dikabarkan akan segera merilis dua varian smartphone premium miliknya di akhir Agustus ini. Hal ini diketahui melalui undangan yang disebarkan LG

  Olahraga  


18-20 Agustus, 17 Atlet Lemkari Inhil Ikuti Kejuaraan Karate Tingkat Sumatera
TEMBILAHAN,Riauaksi.com - Sebanyak 17 atlet Lembaga Karate Republik Indonesia (Lemkari) Kabupaten Indragiri (Inhil) akan mengikuti kejuaraan karate

  Ekonomi Bisnis  


Harga Emas Antam Rp614.000/Gram, Naik Rp6.000
JAKARTA,Riauaksi.com  - Sehari paska HUT RI, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) naik Rp6.000 per gram menjadi

  English Version  


This startup went from retrieving stolen cars to rewarding good drivers
A stolen vehicle, a two-hour search, and catching car thieves. That’s how Syed Ahmad Fuqaha, managing director and founder at driving

  Unik  


Tempat-Tempat Terlarang bagi Perempuan
Anda yang beragama Islam tentu tahu bahwa dalam Islam ada yang meyakini bahwa wanita yang sedang menstruasi tak boleh memasuki