Selasa, 01 Agustus 2017 - 16:18:46

Daya Beli Masyarakat Melemah, Benarkah?

    Michael B. Bara Hits : 635    

tirto


Konsumsi merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, selain ekspor. Dalam beberapa waktu terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia memang tidak mencapai angka yang menggembirakan, di kisaran 5 persen. Ini tentu saja jauh dibandingkan target pemerintah di angka 7 persen.

Selain masalah perekonomian global yang kini sedang dalam taraf pemulihan, Indonesia juga disebut sedang mengalami pelemahan daya beli yang berakibat pada lesunya konsumsi. 

Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Rhenald Kasali, menyatakan daya beli masyarakat sejatinya tidak melemah, tetapi mengalami perpindahan dari ekonomi konvensional menjadi online. Benarkah daya beli masyarakat melemah?

Untuk melihat daya beli masyarakat, salah satu variabel yang dapat digunakan adalah inflasi. Pada Januari 2017, laju inflasi bulanan Indonesia sebesar 0,97 persen, meningkat dari Desember 2016 yang tercatat sebesar 0,42 persen. Laju inflasi terus mengalami penurunan hingga Maret 2017 yang tercatat sebesar -0,02 persen.




Daya Beli Masyarakat Melemah, Benarkah?



Setelah Maret, laju inflasi mulai mengalami peningkatan, hingga menjadi 0,69 persen. Peningkatan laju inflasi periode Maret-Juni 2017 ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan permintaan menjelang dan selama bulan puasa. Namun, bila dilihat laju inflasi periode Januari-Juni 2017 memang ada tren penurunan. Artinya, permintaan domestik melemah atau daya beli masyarakat menurun. Selain inflasi, daya beli pun dapat dilihat dari laju pertumbuhan PDB menurut jenis pengeluaran.

Sejalan dengan inflasi yang bisa menunjukkan pelemahan daya beli masyarakat, indikator lain pun bisa memperlihatkan daya beli yang melemah. Pada Q3-2016, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 3,45 persen terhadap triwulan sebelumnya. Sedangkan, pada Q1-2017, laju pertumbuhannya hanya 0,14 persen dibandingkan Q4-2016.

Daya Beli Masyarakat Melemah, Benarkah?



Selain laju pengeluaran konsumsi rumah tangga, konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) juga menunjukkan penurunan. Pada Q4-2016, laju pertumbuhannya sebesar 2,83 persen terhadap Q3-2016, dan melemah menjadi -1,71 persen pada Q1-2017. Bahkan, laju pertumbuhan konsumsi Pemerintah menunjukkan penurunan signifikan pada Q1-2017, yaitu sebesar -45,45 persen terhadap Q4-2016.

Pelemahan daya beli ini disebabkan oleh kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian, listrik dan gas, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor serta transportasi dan pergudangan. Pada Q1-2017, sektor pertambangan dan penggalian mengalami pertumbuhan negatif sebesar -0,78 persen terhadap Q4-2016. Sektor perdagangan besar dan eceran; reparasi mobil dan sepeda motor pun memperlihatkan laju negatif pertumbuhannya sebesar -0,24 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Daya Beli Masyarakat Melemah, Benarkah?



Konstruksi memperlihatkan kontraksi laju pertumbuhan terbesar dibandingkan sektor lainnya pada Q1-2017, yaitu -4,43 persen dibandingkan Q4-2016. Pengadaan listrik dan air pun memperlihatkan laju pertumbuhan negatif sebesar 3,45 persen. Imbas pertumbuhan negatif pada beberapa sektor ini mempengaruhi produktivitas industri, sehingga kenaikan upah pun terganggu dan akhirnya mempengaruhi daya beli masyarakat secara keseluruhan.

Pelemahan laju pertumbuhan beberapa sektor usaha terlihat mempengaruhi daya beli masyarakat yang secara umum menjadi melemah. Bahkan, periode puasa dan lebaran yang cenderung memperlihatkan lonjakan permintaan pun tetap tidak meningkatkan daya beli secara signifikan. Demikian pula konsumsi Pemerintah pun belum dapat meningkatkan daya beli.


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        : #Ekonomi Bisnis    
    Sumber  : tirto


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


  Terkini  



  Most Popular  



  Pilihan  


  Teknologi  


LG Bakal Rilis Dua Versi V30, Apa Bedanya?
LG dikabarkan akan segera merilis dua varian smartphone premium miliknya di akhir Agustus ini. Hal ini diketahui melalui undangan yang disebarkan LG

  Olahraga  


18-20 Agustus, 17 Atlet Lemkari Inhil Ikuti Kejuaraan Karate Tingkat Sumatera
TEMBILAHAN,Riauaksi.com - Sebanyak 17 atlet Lembaga Karate Republik Indonesia (Lemkari) Kabupaten Indragiri (Inhil) akan mengikuti kejuaraan karate

  Ekonomi Bisnis  


Harga Emas Antam Rp614.000/Gram, Naik Rp6.000
JAKARTA,Riauaksi.com  - Sehari paska HUT RI, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) naik Rp6.000 per gram menjadi

  English Version  


This startup went from retrieving stolen cars to rewarding good drivers
A stolen vehicle, a two-hour search, and catching car thieves. That’s how Syed Ahmad Fuqaha, managing director and founder at driving

  Unik  


Tempat-Tempat Terlarang bagi Perempuan
Anda yang beragama Islam tentu tahu bahwa dalam Islam ada yang meyakini bahwa wanita yang sedang menstruasi tak boleh memasuki