Jumat, 11 Agustus 2017 - 14:26:26

Panglima TNI Minta Maaf Atas Pemukulan Anggotanya Terhadap Polisi di Pekanbaru

    Habibi Muthalib Hits : 412    

faktariau.com


JAKARTA,Riauaksi.com -Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo menyampaikan permintaan maaf atas sikap anak buahnya yang memukul anggota satuan lalu lintas (Satlantas) di Pekanbaru, Riau, Kamis sore.

Menurut Gatot, tentara pemukul Polantas berinisial WS dan berpangkat sersan dua sekarang telah ditahan. "Nanti Komando Daerah Militer (Kodam) akan memberi penjelasan, ternyata anggota tersebut dalam perawatan sakit jiwa. Tapi bagaimana pun juga dalam hal ini saya minta maaf atas kelakuan anggota saya tersebut," kata Gatot di Kantor Kementerian Dalam Negeri Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Dikatakan, proses hukum terhadap WS akan tetap dilakukan meski WS menderita gangguan jiwa. Gatot mengklaim, anggotanya yang memukul polantas di Pekanbaru kerap berkonsultasi di sebuah Rumah Sakit Jiwa. Namun dia tak mengetahui detail nama rumah sakit dan jenis penyakit yang diderita WS. "Tapi tetap kami proses hukum, nanti hukum yang akan menentukan bagaimana," ujarnya.

Diketahui kasus pemukulan tersebut terekam dalam video dan langsung viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat WS meluapkan amarah di tengah jalan terhadap polantas. Pria berinisial WS itu mengenakan pakaian dinas TNI yang ditutup jaket berwarna cokelat. Ia terlihat memukul helm polantas dan menendang motor di tengah jalan.
Sementara itu, Kepala Pusat Pembinaan Mental TNI Laksma TNI Darajat Hidajat, mengatakan, Serda WS sedang mengalami depresi. Menurut Darajat, Serda WS merupakan tim binaan intel yang masih dalam status pembinaan terapi, karena ada gangguan kejiwaan. 

"Sebelumnya Serda WS bertugas di Padang dan pacaran dengan seorang wanita di sana. Menurut informasi, yang bersangkutan menjadi stress karena konon diguna-guna oleh wanita tersebut," kata Darajat melalui pesan singkat dikutip fokusriau.com dari cnnindonesia.com.

Darajat mengatakan, WS terkadang tertawa sendiri, marah-marah dengan penyebab yang tidak jelas. Selain itu, Serda WS tidak mengalami kenaikan yang pangkat bertahun-tahun. "Tidak naik, karena gangguan jiwa atau stress. sekarang ini yang bersangkutan diamankan di belakang rumah kapten Latif Dantim intel Pekanbaru," tukasnya.

    Category : Nasional    
    Tags        : #kriminal,#nasional    
    Sumber  : faktariau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 


  Terkini  



  Most Popular  



  Pilihan  


  Teknologi  


LG Bakal Rilis Dua Versi V30, Apa Bedanya?
LG dikabarkan akan segera merilis dua varian smartphone premium miliknya di akhir Agustus ini. Hal ini diketahui melalui undangan yang disebarkan LG

  Olahraga  


18-20 Agustus, 17 Atlet Lemkari Inhil Ikuti Kejuaraan Karate Tingkat Sumatera
TEMBILAHAN,Riauaksi.com - Sebanyak 17 atlet Lembaga Karate Republik Indonesia (Lemkari) Kabupaten Indragiri (Inhil) akan mengikuti kejuaraan karate

  Ekonomi Bisnis  


Harga Emas Antam Rp614.000/Gram, Naik Rp6.000
JAKARTA,Riauaksi.com  - Sehari paska HUT RI, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) naik Rp6.000 per gram menjadi

  English Version  


This startup went from retrieving stolen cars to rewarding good drivers
A stolen vehicle, a two-hour search, and catching car thieves. That’s how Syed Ahmad Fuqaha, managing director and founder at driving

  Unik  


Tempat-Tempat Terlarang bagi Perempuan
Anda yang beragama Islam tentu tahu bahwa dalam Islam ada yang meyakini bahwa wanita yang sedang menstruasi tak boleh memasuki