Sabtu, 12 Agustus 2017 - 09:58:06

Jokowi Diminta Tak Terpengaruh Isu Miring Terkait Isu Reshuffle

    Habibi Muthalib Hits : 12318    

riaupos.co


JAKARTA,Riauaksi.com - Beberapa waktu belakangan, wacana reshuffle kabinet berembus kencang. Isu itu makin panas karena banyak pihak yang terus memberikan tanggapan.

Menurut Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Abdul Haris Ma’mum, banyak pihak memiliki kepentingan dalam isu perombakan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla kali ini. Akan tetapi, dia menilai pihak-pihak yang berkomentar miring terhadap rencana reshuffle itu sama sekali kontraproduktif.


Namun, alih-alih memberi pencerahan atau masukan terhadap perbaikan kinerja kabinet, pihak-pihak itu malah saling membenturkan sesama menteri sehingga menimbulkan kecurigaan satu sama lainnya.

"Reshuffle itu sepenuhnya hak prerogratif presiden. Presiden sangat paham dan tahu apa yang akan dilakukannya. Jangan asal komentar soal reshuffle," katanya, Jumat (11/8/2017).

Dia memandang, Jokowi tak perlu mendengarkan komentar minor atas rencana reshuffle. Jokowi juga tidak perlu ragu melakukan reshuffle kabinet sepanjang hal itu dilakukan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan.

"Ini mungkin saja momentum baik untuk perbaikan kinerja. Kami malah akan dorong segera (reshuffle) supaya target pembangunan pemerintah sesuai Nawacita tercapai," ucap pria yang akrab disapa Sofiwi itu.

Adapun isu pergantian menteri, imbuhnya, sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah lain. Misalnya, soal penolakan full day school (FDS) atau isu yang terkait pribadi beberapa menteri. Misalnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri BUMN Rini Soemarmo, atau Mendikbud Muhadjir Effendy.  

"Nggak ada urusannya dengan penolakan FDS. Ini komentar bodoh dan tidak paham. Reshuffle itu urusannya presiden," jelasnya.

Jokowi, kata dia lagi, juga memiliki wewenang menilai kinerja menteri yang menjadi sorotan. Dia mencontohkan Jonan yang dianggap memiliki kinerja baik dan terukur.“Namun, sekarang ada yang mencoba menendang dia dari kabinet melalui cara-cara kotor. Ini tidak sehat. Sekali lagi, reshuflle itu hak presiden. Biarkan saja presiden menggunakan pertimbangan-pertimbangan objektif dalam memilih pembantu-pembantunya," terangnya.

"Jadi, sangat naif kalau ada tokoh ormas mengaitkan reshuffle dengan masalah lain. Kami ini nggak pernah usil dengan ormas lain. Namun, kalau kami diusilin, ya kami nggak terima," tegasnya.

Karena itu, dia meminta Jokowi tidak menghiraukan pihak-pihak yang berusaha mengintervensi.

"Tekanan terhadap presiden soal isu reshuffle ini sangat terasa. Termasuk membenturkan sesama menteri dan politikus. Saya berharap presiden tidak kalah oleh tekanan dari luar. Lakukan saja sepanjang untuk memperbaiki kinerja," tuntasnya.


    Category : Hukum dan Politik    
    Tags        : #nasional,#politik    
    Sumber  : riaupos.co


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Malas Bersihkan Rumah, Aplikasi Ini Bisa Bantu Anda

  Ekonomi Bisnis  




Rupiah Menguat Terpengaruh Suku Bunga BI