Sabtu, 19 Agustus 2017 - 14:29:33

Alquran dan Sains Jelaskan Soal Kepunahan Makhluk Hidup di Bumi

    Habibi Muthalib Hits : 20929    

Situsriau.com


JAKARTA,Riauaksi.com - Kepunahan pernah terjadi di Bumi ini. Kepunahan dianggap massal jika lebih dari 50% spesies makhluk hidup yang ada musnah. Namun, beberapa kepunahan kecil akibat campur tangan manusia juga kerap terjadi.
 
Kepunahan massal yang dianggap besar selama Bumi ada telah terjadi sebanyak lima kali. Kepunahan kehidupan pertama terjadi pada periode Cambria-Ordovicia. Kepunahan terjadi dalam dua puncak masa pemusnahan yang dipisahkan oleh ratusan ribu tahun periode.
 
Dijelaskan pada buku Tafsir Ilmi ‘Kepunahan Makhluk Hidup dalam Perspektif Alquran dan Sains’, Jumat (18/8/2017), pada periode Ordovicia-Silur ini kebanyakan kehidupan berada di lingkungan laut sehingga spesies yang punah mencakup organisme laut. Lebih dari 60% invertebrata laut punah, termasuk dua pertiga brachiopoda dan family brachiopoda.
 
Kemudian pada akhir Devon, tiga perempat dari spesies di permukaan Bumi mengalami kematian, meski itu terjadi dalam serangkaian pemusnahan dalam masa beberapa juta tahun, bukan dalam satu peristiwa tunggal.
 
Kehidupan di laut dangkal menerima pengaruh paling buruk pada kepunahan ini. Karang laut merupakan bagian yang paling terpukul dan tak pernah pulih kembali hingga ada jenis karang lainnya setelah lebih dari 100 juta tahun berselang.
 
Kepunahan terbesar pada masa ini dikenal dengan peristiwa Kallwasser dan kepunahan utama kedua dikenal sebagai Frasnian dan batas Framenian, sekira 374 juta tahun yang lalu.
 
Meski jejak hilangnya keanekaragaman hayati ini terekam jelas pada akhir Devon, rentang waktu peristiwa kepunahan ini belum diketahui dengan pasti, Namum, kepunahan ini diduga berlangsung selama 500.000 hingga 25 juta tahun.
 
Kemudian kepunahan massal Permain, disingkat sebagai kepunahan besar (Great Dying) merupakan kepunahan yang terjadi pada sekira 252 juta tahun yang lalu, yang menandai batas antara periode geologi Perm dan Trias atau batas era Paleozonic-Mesozoic.
 
Kepunuhan Permain merupakan kepunahan yang paling besar sepanjang sejarah Bumi. Pasalnya, sebanyak 96% dari semua makhluk laut dan 70% dari makhluk darat musnah. Selain itu, periode ini juga menjadi kepunahan massa serangga.
 
Penelitian menyimpulkan telah terjadi satu hingga tiga peristiwa puncak kepunahan dengan sebab yang berbeda-beda satu dari lainnya. Fase pemusnahan awal kemungkinan disebabkan oleh perubahan lingkungan dan fase berikutnya disebabkan oleh bencana.
 
Mekanisme yang terindikasi menyebabkan peristiwa terakhir meliputi tumbukan meteor besar, peningkatan aktivitas gunung api, kebakaran, dan ledakan gas dan batu bara di cebakan Siberia, pelepasan tiba-tiba gas metana dasar laut, dan pergeseran arus laut oleh perubahan iklim.
 
Kepunahan massal selanjutnya merupakan kepunahan Trias-Jura. Kepunahan masa ini menandai batas antara periode Tria dan Jura, 201,3 juta tahun yang lalu dan merupakan periode kepunahan utama pada Eon Phanerozoic. Kepunahan ini sangat berpengaruh pada kondisi di daratan maupun lautan.
 
Kepunuhan massal besar terakhir yakni kepunahan Kapur-Tersier. Kepunahan yang terjadi 65 juta tahun lalu ini dikenal sebagai masa kepunahan dinosaurus. Di sisi lain, terdapat banyak lagi biota yang hilang pada akhir zaman Kapur.
 
Penyebab kepunahan zaman Kapur ini masih belum diketahui secara pasti. Sekelompok peneliti, dikenal dengan gradualist, berhipotesis berdasarkan pengurangan jumlah keanekaragaman beberapa binatang darat maupun laut, yang kemudian menyimpulkan bahwa kejadian disebabkan perubahan iklim.
 
Akhir zaman Kapur ditandai dengan penurunan temperatur yang tentu disertai dengan penurunan muka laut. Pergeseran daerah pesisir dan laut dangkal telah menyebabkan kematian hewan-hewan di lingkup tersebut yang merupakan habitat tersubur.
 
Hipotesis lain menduga bahwa kepunahan habitat tersubur diakibatkan oleh tumbukan-tumbukan benda angkasa. Hipotesis ini didukung oleh bukti-bukti bahwa tumbukan besar benda angkasa di permukaan bumi telah terjadi pada masa itu.
 
Sejatinya, kepunahan makhluk hidup tersebut sudah dijelaskan di dalam Alquran Surah Qaf Ayat 4.
 

“Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang ditelan Bumi dari (tubuh) mereka, sebab pada Kami ada kitab (catatan) yang terpelihara baik,” bunyi surat tersebut.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional,#pendidikan    
    Sumber  : Situsriau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Layar Full Screen OPPO F5 Berikan Pengalaman Visual Terbaik

  Ekonomi Bisnis  




Indonesia Sosialisasikan Sawit Lestari ke Warga Asing