Jumat, 22 September 2017 - 09:06:15

Perpaduan Budaya Minang dan Jawa, Grebeg Suro Juga Ada di Sawahlunto

    Habibi Muthalib Hits : 28801    

Fokusriau.com


PADANG,Riauaksi.com -Jika selama ini festival budaya Grebeg Suro hanya dikenal di Ponorogo, Jawa Timur, kirab budaya yang dibalut dalam atraksi Grebeg (garebeg) Suro, ternyata juga diadakan secara rutin setiap 1 Muharram di Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Dalam festival Garebeg Suro di Sawahlunto, terjadi perpaduan budaya Minang dan Jawa.

Atraksi budaya Grebeg Suro memang sengaja dilestarikan oleh masyarakat Sawahlunto keturunan Jawa yang berada di kota tambang batu bara tersebut. Sejak dijalankannya proyek pertambangan di akhir abad ke-19 silam, Sawahlunto memang dikenal sebagai kota multietnis. Ribuan pekerja etnis Jawa, Sunda, Batak, Cina, dan Minang didatangkan untuk menambang batu bara. Bahkan hingga saat ini, tercatat sebanyak 30 persen penduduk Sawahlunto merupakan etnis Jawa.

Wali Kota Sawahlunto, Ali Yusuf menjelaskan, Grebeg Suro digelar bersamaan dengan Festival Muharram untuk menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1439 H. Seluruh rangkaian kedua acara tersebut dikemas menjadi satu bentuk karnaval. Selain mengarak Gunungan Buah dan Gunungan Apem sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, karnaval juga menampilkan arak-arakan busana Muslim oleh siswa SD dan masyarakat umum.

Selain mengarak kedua Gunungan, rangkaian Grebeg Suro juga diisi dengan tausyiah dari anak-anak, kesenian rebana, dan lantunan lagu islami yang dibawakan oleh Paguyuban Ki Sapujagad. "Festival dan 

Grebeg Suro ini bukti harmoni perkembangan etnis di Sawahlunto. Semuanya berdampingan. Pemkot berikan ruang bagi setiap etnis untuk lestarikan budayanya," ujar Ali, Kamis (21/9/2017) seperti dilansir fokusriau.com dari republika.co.id.

Menurutnya, Grebeg Suro merupakan budaya Jawa yang melambangkan rasa suka cita dan rasa syukur masyarakat atas nikmat dan rezeki yang diberikan Allah SWT. Momentum tahun baru Islam juga diyakini sebagai waktu yang baik bagi manusia untuk hijrah menjadi makhluk yang lebih baik. 

"Untuk di Sumatra Barat, ini hanya ada di Sawahlunto," kata Ali.

Atraksi budaya Grebeg Suro ini juga diisi dengan pembagian Gunungan Buah dan Gunungan Apem kepada masyarakat Kota Sawahlunto. Ali menilai, budaya merupakan potensi utama untuk menarik wisatawan, di samping keindahan alam dan destinasi wisata buatan. 

"Sawahlunto paham akan potensinya sehingga acara budaya kami adakan rutin," tuturnya.

    Category : Nasional    
    Tags        : #lifestyle,#nasional    
    Sumber  : Fokusriau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Rilis Zenfone Anyar, Asus Janjikan Kejutan di MWC 2018

  Ekonomi Bisnis  




Harga Minyak Dunia Turun