Sabtu, 07 Oktober 2017 - 08:19:08

Pulang Kerjakan Skripsi, Mahasiswa Ini Dihadang Polisi Lalu Ditembak

    Habibi Muthalib Hits : 14977    

Tribunpekanbaru.com


Riauaksi.com -Arialdy (25) mengaku ditembak oleh anggota polisi di Jalan Politeknik Pintu Nol Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (6/10/2017).

Akibatnya mahasiswa Universitas Bosowa ini terluka di punggung kiri akibat terkena tembakan peluru karet.

Beruntung, peluru karet yang mengenai korban tidak tembus terlalu dalam.

Korban pun telah melaporkan peristiwa ini ke Propam Polda Sulsel dengan membawa bukti peluru karet yang sempat bersarang di punggung kirinya.

Korban yang terbaring tengkurap di Asrama Himpunan Pemuda, Pelajar Mahasiswa Maros mengaku ditembak saat anggota polisi berseragam saat mengendarai motor bersama seorang rekannya.

Saat itu, korban hendak pulang ke asrama tempat tinggalnya yang tak jauh dari lokasi penembakan.

"Saya baru pulang kerja skripsi bersama teman, Jumat dini hari tadi sekitar pukul 03.00 Wita. Saat melintas di Jalan Urip Sumoharjo tiba-tiba diadang anggota polisi berseragam. Polisi itu pukul kami pakai kayu," katanya.

"Karena kaget terkena pukulan bambu, saya langsung tancap gas motor untuk tinggalkan lokasi. Sempat saya dengar suara letusan, tapi saya terus tancap gas motor. Memang saya dan temanku naik motor tidak pakai helm," katanya.

Korban mengaku baru mengetahui bahwa dirinya terkena tembakan setelah tiba di asrama dan merasakan nyeri pada punggung sebelah kiri.

"Saat diperiksa, ada luka mengeluarkan darah. Di luka itu ada peluru karet yang masih menempel. Jadi bantu sama teman untuk mengeluarkan peluru dengan mencongkelnya pakai tangan," tuturnya.

Kasus ini, kata Arialdy, telah dia laporkan ke Markas Polda Sulsel dan telah dilakukan visum di RS Daya, Makassar.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Dicky Sondani yang dikonfirmasi membantah semua penyataan korban. Dicky menuding korban membuat opini yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

"Apa yang dilaporkan mahasiswa tadi ke Polda adalah bohong alias tidak sesuai fakta di lapangan. Mereka bentuk opini seolah-olah mereka adalah korban. Polisi sudah bertindak dengan benar dalam menjaga situasi yang aman di Kota Makassar dari gangguan geng motor yang meresahkan masyarakat," bantahnya.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : Tribunpekanbaru.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Dongkrak Industri Dalam Negeri, GAIKINDO Sambut Positif Program Mobil Listrik

  Ekonomi Bisnis  




Sejak Diluncurkan, Pesanan Mitsubishi Xpander sudah Capai 27 Ribu Unit