Kamis, 12 Oktober 2017 - 15:51:15

Dalam 9 Bulan, Polda Riau Tangkap 1.472 Tersangka Narkoba

    Habibi Muthalib Hits : 9793    

situsriau.com


PEKANBARU,Riauaksi.com  - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menangkap 1.472 orang tersangka dalam kasus narkoba dalam kurun waktu sembilan bulan, dari Januari hingga September 2017. Mereka terdiri dari 1.379 pria dan 93 wanita dengan jumlah 1.055 laporan polisi (LP).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo mengatakan, dari ribuan tersangka itu terdapat 11 oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), tiga oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan sembilan oknum Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

"Kita tindak tegas anggota kepolisian yang terlibat. Setelah putusannya inkrah akan kita proses pidana juga dengan kode etik," ujar Guntur, Rabu (11/10/17).

Dijelaskan, tersangka terbanyak dari kalangan wiraswasta yakni 504 orang, swasta 311 orang, petani 189 orang, mahasiswa 32 orang, pelajar 43 orang, buruh 137 orang, dan pengangguran 232 orang.

Berdasarkan usia, terdapat satu orang tersangka yang masih berusia di bawah 15 tahun diamankan oleh Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti. "68 tersangka usia 16-19 tahun, 268 tersangka usia 20-24 tahun, 270 tersangka usia 25-29 tahun. Terbanyak tersangka berusia 30 tahun yakni 865 orang," rinci Guntur.

Ia menegaskan, Polda Riau dan jajaran tidak akan berhenti memutus mata rantai peredaran narkoba di Bumi Lancang Kuning. Upaya itu dilakukan terus menerus.

Data Metro Riau menyebutkan, narkoba banyak masuk dari daerah perairan di Riau. Barang haram itu dibawa dari Malaysia dengan peredaran di Pekanbaru, dan daerah lain di Indonesia.

Sebelumnya pada 8 April 2017, Polda Riau berhasil menangkap tiga tersangka narkoba dengan barang bukti 40 kilogram sabu dan ratusan ribu butir pil ekstasi. Barang itu berasal dari Malaysia dan masuk dari perairan Bengkalis.

Terbaru, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Polda Riau dan BNN Provinsi Riau mengamankan 25,5 kilogram sabu dari tangan tersangka TM Jafar dan AR Zaini pada 5 Oktober 2017. Tersangka Jafar selaku koordinator terpaksa ditembak karena melawan.

Barang haram itu dibawa dari Aceh, melalui Medan, Sumatara Utara dan Pekanbaru. Narkoba juga berasal dari Malaysia melalui perairan di Aceh.


    Category : Riau    
    Tags        : #pekanbaru,#Prov Riau    
    Sumber  : situsriau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Penggantian Layar Iphone X Memerlukan Biaya Ratusan Juta

  Ekonomi Bisnis  




Ditjen Pajak Perlu Tarik Ulur Pelonggaran Kebijakan