Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:17:34

Dipekerjakan tidak di PHK juga tidak, Karyawan PT Kura Diminta Kosongkan Rumah

    Habibi Muthalib Hits : 11521    

spiritriau.com


BAGANBATU,Riauaksi.com  - Tidak dipekerjakan dan tidak pula di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) alih alih karyawan PT. Kurnia Rahmat (Kura) diminta untuk mengosongkan rumah yang telah ditempati bertahun tahun lamanya.
 
Nasib karyawan PT Kura ini mulai tidak jelas sejak PT. Kura beralih menjadi PT Eka Putra Perkasa (EPP) sekitar tahun 2010 lalu yang diduga akibat perselisihan ahli waris, alhasil seratusan karyawan PT Kurnia Rahmat (Kura) yang nasibnya merasa tidak jelas kini diperintahkan untuk mengosongkan rumah pada Jumat (20/10) sore. Oleh karenanya, mereka minta dimanusiakan sebagaimana mestinya. 
 
"Kami karyawan nasibnya tidak jelas dalam pekerjaan, sejak beralih PT dipekerjakan tidak, di PHK juga tidak. Tiba-tiba kami disuruh kosongkan rumah, hingga saat ini kami juga belum terima surat pemberhentian kerja," ujar salah satu karyawan, Samsuddin usai mediasi antara karyawan dan perwakilan perusahaan di komplek PT EPP, Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir. Jumat (20/10) sore. 
 
Meski nasib tidak jelas, lanjut Samsuddin, para karyawan selama ini memang diperbolehkan bertempat tinggal di rumah karyawan hingga saat ini. Yang membuatnya kaget dan kecewa, tiba-tiba perusahaan (PT EPP) memberikan surat yang isinya agar karyawan mengosongkan rumah. "Sedangkan kami, belum ada terima surat bahwa kami diberhentikan oleh perusahaan, apalagi tunjangan PHK, kami hanya minta dimanusiakan," pungkasnya lagi. 
 
Ditambahkan Samsuddin, sejak tahun 2010 lalu, menurutnya, sebagian karyawan ada yang keluar mencari kerjaan lain dan ada yang tetap bertahan tinggal di rumah karyawan meski hanya kerja serabutan di luar perusahaan. "Ya jelas kecewa, sudah nasib kami tidak jelas, kami mau diusir begitu saja. Kami mau bertemu langsung dengan Haji Adelan," tambah Samsuddin.
 
Dari surat PT EPP yang ditujukan kepada penghuni rumah karyawan dengan No: 07207202/PS/BBT/EPP/IX/2017 tertanggal 25 September 2017 agar para penghuni rumah diminta untuk mengosongkan rumah perusahaan. Dalam surat tersebut juga menyebutkan bahwa penghuni rumah tidak ada hubungan pekerjaan dengan perusahaan yang artinya bukan karyawan PT EPP. Dalam surat tersebut juga dijelaskan bahwa areal komplek perumahan tersebut akan digunakan oleh pihak perusahaan dan investor. 
 

Pantauan di lokasi, tampak pengurus LSM Potret Indonesia yang diketahui dimintai bantuan para karyawan, sedang berembuk dengan Perwakilan perusahaan hingga akhirnya pengosongan rumah ditunda dan para karyawan berharap bertemu langsung dengan Direksi PT EPP, H Adelan Adnan.


    Category : Riau    
    Tags        : #Prov Riau,#rohil    
    Sumber  : spiritriau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Ini Aplikasi Favorit Pekerja Milenial Saat Ini

  Ekonomi Bisnis  




Bayar Iuran BPJS Bisa Autodebet dari Tabungan BNI