Rabu, 06 Desember 2017 - 10:35:46

Peneliti IPB Kembangkan Tumpang Sari Tanaman Sagu di Meranti

    Habibi Muthalib Hits : 10945    

mediacenter.riau.go.id


TEBINGTINGGI BARAT,Riauaksi.com  - Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB), dipimpin Prof Bintoro mengembangkan tumpang sari tanaman sagu di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, sebagai Pilot Project Restorasi Gambut Pembangunan Pedesaan Berbasis Sagu.

Proyek percontohan atau Pilot Project untuk meningkatkan pendapatan masyarakat itu, ditinjau oleh Staf Ahli Gubernur Riau Edy Kusdarwanto dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim, didampingi sejumlah Kepala OPD, Camat dan Kades, Selasa 5 Desember 2017.

Saat kunjungan itu, rombongan dibawa melihat langsung dan mendapatkan penjelasan tentang Pilot Project pengembangan tumpang sari tanaman Sagu, berupa peternakan Sapi dan Itik, Ikan Lele, Palawija, serta jenis holtikultura lainnya.

Disela peninjauannya, Wakil Bupati Said Hasyim mengucapkan terima kasih kepada peneliti IPB Prof Bintoro dan timnya yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Kepulauan Meranti, dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi masyarakat berbasis Sagu.

Apa yang dilakukan oleh para peneliti dari IPB itu, menurut Wakil Bupati sangat bermanfaat, apalagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti tengah gencar-gencarnya mengembangkan Sagu sebagai alternatif pangan Nasional.

"Suatu saat kita akan menghadapi krisis pangan karena jumlah masyarakat dunia semakin bertambah, sementara lahan untuk menanam pangan tidak bertambah, salah satu alternatif yang dapat diupayakan adalah dengan mengembangkan Sagu. Terima kasih kepada Prof Bintoro dan timnya yang telah menjadikan Meranti sebagai Pilot Project pembangunan pedesaan berbasis Sagu," kata Wabup Said Hasyim.

Wakil Bupati berharap, dengan adanya Pilot Project ini dapat menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam mengembangkan Sagu yang disandingkan dengan tumpang sarinya, seperti ternak Sapi, Itik, Lele, Tanaman Cabe dan lainnya. Sehingga mampu mengangkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, dalam rangka menggalakkan pangan Sagu, Wabup juga mengajak masyarakat untuk kembali mengkonsumsi Sagu seperti yang dilakukan oleh para orang tua dulu. Karena saat ini Sagu tidak lagi menjadi pangan kelas dua, namun sudah dikonsumsi oleh masyarakat dunia karena dinilai lebih sehat dan bergizi.

"Mulai saat ini mengajak masyarakat untuk meninggalkan beras dan memakan Sagu, makanan sehat dan bergizi. Orang-orang tua kita dulu sudah makan Sagu, mereka hidup sehat dan kuat beraktifitas," ucap Wakil Bupati.

Kepada Staf Ahli Gubernur Riau Edy Kusdarwanto, Wakil Bupati Said Hasyim juga sempat curhat terkait minimnya bantuan APBD Riau untuk Kabupaten Kepulauan Meranti, yang merupakan Kabupaten termuda dan termiskin di Provinsi Riau.

"Meranti menjadi penyumbang indeks kemiskinan tertinggi di Provinsi Riau, justru mendapat alokasi APBD paling kecil, untuk membangun Meranti dari APBD Meranti tidak mungkin karena APBD semakin kecil, sementara beban pembangunan jauh lebih besar dibanding Kabupaten lainnya di Riau," ujar Said Hasyim.

Diakui Wakil Bupati Kepulauan Meranti ini, Gubernur Riau memang telah memberi perhatian khusus terhadap pengembangan komoditi Sagu Kepulauan Meranti, namun belum tampak program nyata yang dilakukan.

"Kita ingin ada program khusus dari Provinsi maupun Pusat untuk mengembangkan Sagu yang dapat diolah menjadi berbagai produk, mulai dari makanan, gula sampai pakan ternak. Namun sampai saat ini realnya belum terlihat secara nyata. Ini rekomendasi kami bukan saja untuk Provinsi tetapi juga untuk Pemerintah Pusat," harapnya.

Menanggapi itu, Staf Ahli Gubernur Riau Edy Kusdarwanto mengaku akan terus berupaya untuk membantu Kepulauan Meranti. Saat ini salah satu yang menjadi cita-citanya sudah terwujud, yakni menjadikan salah satu Desa di daerah ini sebagai pusat pengembangan Sagu, peternakan dan pertanian, yang saat ini dipusatkan di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, yang kedepan dapat menjadi contoh bagi desa desa lainnya.

Demi suksesnya program percontohan ini, mantan Penjabat Bupati Kepulauan Meranti itu menghimbau kepada masyarakat dan pemerintah daerah terus bekerjasama, karena kunci keberhasilan sebuah program adalah kebersamaan.

"Keberhasilan sebuah program adalah kebersamaan, mari kita jadikan Desa Tanjung Peranap ini menjadi contoh untuk ditiru oleh desa-desa lainnya," pungkasnya.


    Category : Riau    
    Tags        : #meranti,#Prov Riau    
    Sumber  : mediacenter.riau.go.id


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Instagram Uji Fitur Direct Sebagai Aplikasi Mandiri

  Ekonomi Bisnis  




BCA Gandeng AirAsia Tangkap Potensi Transaksi Leisure