Kamis, 07 Desember 2017 - 09:29:06

Gara-gara Harta, Pria di Pelangiran Inhil Tusuk Abang Ipar Sendiri

    Habibi Muthalib Hits : 9793    

Situsriau.com


TEMBILAHAN,Riauaksi.com - Perselihan antara kakak beradik di Kecamatan Pelangiran, Inhil, Riau berujung dengan pertikaian, dimana sang adik memilih menusuk suami dari kakaknya sendiri.
 
Kejadian tragis itu, berawal pada Senin (4/12/17), saat itu tersangka Uj mendatangi rumah orangtuanya yang ditempati oleh sang kakak.
 
Saat sudah bertemu dengan kakaknya, tersangka menanyakan kenapa kakaknya itu tidak kunjung pindah ke rumah mereka sendiri, kakaknya pun menjawab bahwa keuangan mereka sedang sulit, sehingga pembangunan rumah mereka belum bisa terselesaikan.
 
Mencoba mencari solusi, kakaknya pun menawarkan agar rumah orangtua mereka itu disekat menjadi dua bagian, dimana tersangka tinggal di bagian depan dan dirinya di bagian belakang rumah.
 
Apa yang ditawarkan sang kakak itu ternyata menyulut emosi tersangka, hingga akhirnya, terjadilah pertikaian, dimana tersangka kemudian mencabut belati miliknya dan menusukkan ke bagian rusuk suami kakaknya.
 
Kejadian pun berakhir, saat suami kakaknya itu ke luar dari rumah dan kemudian dilarikan ke Puskesmas terdekat.
 
Tersangka pun dilaporkan ke Mapolsek Pelangiran, laporan itu kemudian ditindaklanjuti, dan polisi kemudian mencari jejak pelarian tersangka.
 
Setelah dilakukan penyelidikan, persembunyian tersangka pun diketahui, dan akhirnya pria 33 tahun itu dapat diamankan pada malam harinya.
 

'Saat ini tersangka bersama barang bukti berupa sebilah sajam jenis pisau belati sudah diamankan di Mapolsek Pelangiran, untuk proses penyidikan lebih lanjut,' terang Kapolsek Pelangiran, IPTU M Rafi.


    Category : Riau    
    Tags        : #inhil,#Prov Riau    
    Sumber  : Situsriau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Harbolnas, e-Commerce Pasang Target Transaksi Berkali Lipat

  Ekonomi Bisnis  




Kemenkeu Evaluasi Rencana Pemberian Rp 1,4 Miliar per Desa