Jumat, 15 Desember 2017 - 16:01:20

Rupiah Keok di Hadapan Yen dan Euro di November

    Anggre Dwie Hits : 21505    

Cnnindonesia.com


Jakarta, RIAUAKSI.COM -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rupiah mengalami depresiasi terhadap dua mata uang asing, yakni yen dan euro pada November 2017. Untuk yen, rupiah terdepresiasi sebesar 1,27 persen ke level Rp120,42 secara bulanan. Sementara, jika melawan euro, rupiah depresiasi sebesar 0,33 persen ke Rp15.950.

“Pada pekan ke-lima November 2017, rupiah melemah terhadap yen dengan angka 1,51 poin dan euro di angka 51,89 poin,” jelas Suhariyanto di Gedung BPS, Jumat (15/12).

Meski demikian, rupiah terbilang menguat terhadap dolar AS. Adapun, nilai apresiasi rupiah tercatat 0,24 persen ke Rp13.490 dari posisi sebelumnya, yaitu Rp13.523,07.

Tak hanya itu, rupiah juga menunjukkan keperkasaannya terhadap dolar Australia, di mana nilainya menguat 2,15 persen ke posisi Rp10.249.

“Nilai ini seluruhnya kami himpun dari berbagai money changer (penukaran uang) di seluruh Indonesia. Makanya, nilai apresiasi dan depresiasi ini berbeda-beda di setiap wilayahnya,” imbuh dia.

Nilai tukar regional rupiah terhadap dolar AS yang paling kuat berada di Papua dengan angka Rp13.322. Sementara, nilai tukar yang paling rendah berada di Kalimantan Utara, yakni Rp13.557.

Meski terapresiasi secara nasional, nyatanya ada beberapa daerah di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami depresiasi. Adapun, depresiasi terparah terdapat di Banten dengan besaran 0,35 persen.

“Sementara itu, apresiasi paling tinggi tercatat di Sulawesi Selatan dengan nilai 0,84 persen atau 114,17 poin,” paparnya.

Sayangnya, apresiasi terhadap dolar AS ini tak bertahan lama. Sebab, di pekan kedua Desember, rupiah mengalami depresiasi sebesar 0,44 persen jika dibandingkan pekan ke-lima November. Namun, di waktu yang sama, rupiah malah menguat terhadap yen dan euro.

“Dibanding pekan ke-lima November, nilai tukar rupiah terhadap yen dan euro menguat di pekan kedua Desember dengan nilai masing-masing 0,81 persen dan 0,16 persen,” pungkas Suhariyanto.


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        :    
    Sumber  : Cnnindonesia.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Benarkah iPhone SE 2 akan Rilis?

  Ekonomi Bisnis  




Kemenkeu Jualan Sukuk Ritel SR 010, Imbal Hasil 5,9 Persen