Jumat, 22 Desember 2017 - 20:18:46

Bali Tetap Jadi Tuan Rumah Pertemuan IMF-Bank Dunia

    Anggre Dwie Hits : 14209    

Republika.co.id


DENPASAR, RIAUAKSI.COM -- Provinsi Bali tetap menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) - Bank Dunia (World Bank) 2018. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus Ketua Panitia Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyelenggaraan berjalan sesuai rencana, 8-14 Oktober 2018.

"Untuk kepentingan kegiatan ini, panitia nasional akan terus memonitor aktivitas Gunung Agung dan selalu berkomunikasi dengan Meetings Team Secretariat (MTS) IMF-Bank Dunia," kata Luhut di Ruang Rapat Basement Aula A Gedung Keuangan Negara, Denpasar, Jumat (22/12).
 
Luhut mengatakan informasi dari otoritas kementerian dan lembaga terkait menyebutkan status awas atau level IV Gunung Agung hanya berlaku pada radius delapan hingga 10 kilometer (km) dari kawah gunung suci umat Hindu Bali tersebut. Ini berarti wilayah Bali di luar radius tersebut normal, sehingga aman untuk aktivitas kunjungan wisata.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan tim sekretariat untuk memastikan keamanan Bali. Ia tak menampik bahwa pemberitaan terkait aktivitas Gunung Agung menjadi perhatian dunia, khususnya Bali yang menjadi tuan rumah acara tingkat internasional. "Koordinasi dengan panitia ini yang terus kami intensifkan," ujarnya.
 
MTS IMF - Bank Dunia akan berkunjung ke Bali 29 Januari hingga 9 Februari 2018. Kunjungan ini dalam rangka pembahasan bersama dengan panitia nasional, terutama terkait aspek keamanan dan mitigasi bencana Gunung Agung.
 
Apabila erupsi menyebabkan penutupan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, bandara pendukung telah disiapkan, yaitu Bandara Blimbingsari di Banyuwangi dan Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur. Pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung di Bali juga dilakukan, seperti underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, Tanjung Benoa Cruise Terminal, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung. Infrastruktur ini dalam jangka panjang akan memberi dampak positif bagi masyarakat Bali.
 
Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengungkapkan status tanggap darurat Gunung Agung memberi persepsi negatif bagi kalangan wisatawan. Padahal, status tersebut hanya berlaku untuk radius tertentu saja.
"Status tanggap darurat ini jelas diperlukan sebab terkait dengan logistik pengungsi dan ini berdasarkan peraturan dari Kementerian Sosial," katanya.
 
Pastika mengatakan lebih lanjut hal ini akan dibahas dalam rapat terbatas yang digelar malam ini bersama Presiden RI, Joko Widodo. Pemerintah pusat dan provinsi akan membahas dan mencari jalan keluar terbaik demi kebaikan Bali.
 
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali tepat satu bulan mengalami erupsi pertama sejak 21 November lalu. Jumlah pengungsi hingga kini mencapai 71.109 orang yang tersebar di 240 titik.
 
Pengungsi terbanyak berada di Karangasem, mencapai 43.093 jiwa di 133 titik. Berikutnya pengungsi di Buleleng (9.796 di sembilan titik), Klungkung (11.441 jiwa di 43 titik), Bangli (978 jiwa di empat titik), Tabanan (770 jiwa di 10 titik), Denpasar (734 jiwa di lima titik), Gianyar (3.502 jiwa di delapan titik), Badung (590 jiwa di lima titik), dan Jembrana (205 jiwa di 23 titik).

    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        :    
    Sumber  : Republika.co.id


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Rilis Zenfone Anyar, Asus Janjikan Kejutan di MWC 2018

  Ekonomi Bisnis  




Harga Minyak Dunia Turun