Kamis, 11 Januari 2018 - 10:02:03

Tiga Dokter RSUD Arifin Ahmad Tersangka Korupsi

    Habibi Muthalib Hits : 7489    

Riaupos.co


Pekanbaru,Riauaksi.com -    Tiga dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad (AA) Pekanbaru jadi tersangka dugaan korupsi alat kesehatan (alkes) spesialistik. Korupsi terjadi dengan membeli tanpa dilakukan pengadaan sesuai aturan proses pengadaan barang dan jasa.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik Polresta Pekanbaru sudah mengirimkan surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. Saat ini pula pemberkasan sedang dilakukan dengan pemeriksaan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti terkait. Para tersangka saat ini belum ditahan.

Dari SPDP yang diterima Kejati Pekanbaru di samping  dari rekanan CV Prima Mustika Raya (PMR), penyidik Polresta Pekanbaru juga menetapkan tiga  dokter di RSUD AA Pekanbaru sebagai tersangka, yakni dokter WZ, KAP dan M. ‘’SPDP pada 4 dan 7 Januari kita terima,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Pekanbaru Azwarman, Rabu (10/1) siang.  Setelah menerima SPDP, Kejari Pekanbaru langsung membentuk Tim Jaksa Peneliti untuk menelaah berkas perkara. ‘’Penyidik baru memulai proses penyidikan kasus ini. Tentunya mereka akan melakukan pemeriksaan dan pengumpulan alat bukti dan kemudian dituangkan dalam berkas perkara,’’ paparnya.
Pagu anggaran pengadaan alkes di RSUD AA Pekanbaru tahun anggaran 2012/2013 mencapai Rp5 miliar.

Sementara yang diusut penyidik Polresta Pekanbaru adalah kerja sama yang dijalin pihak rumah sakit dengan rekanan CV PMR. Penyidik mendapati pengadaan alkes tersebut tidak sesuai prosedur. Pihak rumah sakit menggunakan nama rekanan CV PMR untuk pengadaan alat bedah senilai Rp1,5 miliar.

Namun, dalam prosesnya, dikatakan Azwarman justru pihak dokter yang membeli langsung alat-alat tersebut kepada distributor melalui PT Orion Tama, PT Pro-Health dan PT Atra Widya Agung, bukan kepada rekanan CV PMR. Perusahaan ini diketahui hanya digunakan untuk proses pencairan dan dijanjikan mendapat keuntungan sebesar lima persen dari nilai kegiatan. Akibatnya, berdasarkan audit BPKP Riau, muncul kerugian keuangan negara sebesar Rp420.205.222.

 
 

    Category : Riau    
    Tags        : #pekanbaru,#Prov Riau    
    Sumber  : Riaupos.co


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Benarkah iPhone SE 2 akan Rilis?

  Ekonomi Bisnis  




Kemenkeu Jualan Sukuk Ritel SR 010, Imbal Hasil 5,9 Persen