Rabu, 31 Juli 2013

GM PLN WRKR: Mundur Belum Tentu Jadi Solusi

admin - Riau Aksi - Viewers 131

PEKANBARU,RIAUAKSI.com-Desakan agar GM PLN Wilayah Riau  Riau Kepri (WRKR) Doddy B Pangaribuan untuk mundur dari jabatannya ditanggapi  dengan kepala dingin oleh Doddy. "Kita tanggapi saja dengan kepala dingin. Kalau kita panas tentunya hasilnya tidak baik,' jelas Doddy menjawab telepon Riauaksi.com, Rabu (31/07/2013).

Doddy mengatakan jika dirinya mundur apakah dapat menuntaskan persoalan krisis listrik di Riau? Karena krisis listrik di Riau terjadi akibat adanya kerusakan pembangkit Ombilin, kemudian berkurangnya debet air dari tiga PLTA yang menyuplai listrik ke Riau seperti PLTA Singkarak, PLTA Maninjau dan PLTA Koto Panjang.

"Berkurangnya daya listrik Riau sebesar 80 MW  ini akibat kerusakan pembangkit Ombilin yang waktu perbaikannya diperkirakan tuntas pada Oktober mendatang, faktor musim kemarau juga menjadi penyebab. Jadi bukan kesalahan manusia," terangnya.

Dikatakannya, PLN sudah berupaya mencari solusi terbaik dan solusi tersebut adalah meminta masyarakat untuk bersama-sama  melakukan penghematan pemakaian listrik dengan mematikan satu bola lampu dengan daya 25 Watt, maka masyarakat bisa terhindar dari pemadaman. "Kemudian kita bersama-sama berdoa musim kemarau segera berakhir," katanya.

Terkait permintaan anggota DPRD Riau, Noviwaldi Jusman untuk mengkoneksikan sambungan listrik ke Riau dari jaringan Sumbagut, menurut Doddy, tidak mungkin dilakukan, sebab Sumbagut juga mengalami defisit sebesar 250 MW, sedangkan untuk meminta tambahan daya dari Sumbagsel juga tidak mungkin dilakukan karena jaringan transmisinya terlalu jauh dan daya yang dimiliki Sumbagteng juga tidak terlalu besar.

"Krisis listrik di Sumbagut lebih parah dari Riau, kalau Riau hanya defisit 80 MW, di Medan mencapai 250 MW. Jadi tidak mungkin kita minta tambahan daya dari Sumbagut karena mereka sendiri kekurangan," jelasnya.

Untuk menyewa genset, menurut Doddy, juga dirasa tidak akan efektif dan efesien, karena  untuk mengadakan genset dengan kapasitas di atas 80 MW tidak bisa hari ini  butuh,  hari ini juga bisa langsung dioperasikan. Untuk operasional genset dibutuhkan waktu paling cepat 3 bulan, dan biaya operasionalnya sangat besar." Tiga bulan lagi pemangkit Ombilin sudah tuntas diperbaiki, percuma kalau kita sewa genset, tidak efesien," imbuhnya (R1/gus)

foto: Doddy B. Pangaribuan/m.co.id


Aksi Lensa Lainnya

  • 1
    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     


  • Organda Pertanyakan Program Konversi BBG
  • Olahraga