UJUNGTANJUNG,Riauaksi.com - Ada apa dengan Mega Proyek   Pembangunan Sistem Penyedian Air Minum (SPAM) Regional Dumai, Rohil, Bengkalis ( Durolis) ? Proyek  yang bangunan ini di pusatkan  tepi Sungai Rokan diduga sudah bermasalahdari awal. 

Meski tahap I proyek tahun 2017 senilai Rp 50 miliar itu kini hampir rampung 90 persen, namun ternyata pada proses awalnya kuat dugaan sudah cacat hukum, bahkan saat bangunan sudah mulai selesai, ironis bangunan tersebut malah ambruk pada Jumat minggu pekan lalu dan tidak ada perbaikan. 
Bagian Depan Mega Proyek Durolis yang bermasalah terletak di Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir

Berdasarkan hasil investigasi dan temuan dilapangan,  dua masalah serius yang membelit mega proyek ini mencuat setelah adanya kesimpulan dalam temuan tim BPK RI Perwakilan Riau pada tanggal 30 November 2017 silam. 

Pertama, penawaran yang dilakukan PT Rosa Lisca, selaku kontraktor pemenang tender proyek tersebut, diduga terindikasi mark-up terhadap nilai proyek. 
Dihadiri Pejabat lengkap untuk menekan tombol dimulainya proyek SPAM Durolis.


Sebab, hampir lebih 80 persen penawarannya sama dengan harga perkiraan sendiri (HPS).Sehingga memunculkan dugaan ada upaya monopoli terhadap proyek tersebut, dikarenakan dokumen negara tentang HPS proyek itu sudah bocor atau dibocorkan ke tangan kontraktor pemenang, sebelum tender dilaksanakan

Sedangkan untuk konstruksi spec pipa diduga menyimpang dari rencana,  kuat dugaan pipa yang digunakan  tidak sama diameternya sehingga sulit untuk disambung karena diameter 30 cm itu tidak singkron dengan 20 cm, apalagi merek pipa tersebut berbeda  dengan yang ada di Spek

Sementara itu Kadis PUPR  Riau ketika dikonfirmasi Selasa (8/1/2019) melalu WhatsAppnya  tidak memberikan jawaban, meski akti dan telah dibaca.
SUMBER : spiritriau.com