PELALAWAN,Riauaksi.com - LAMR Kabupaten Pelalawan menggelar prosesi adat istiadat Melayu Pelalawan dalam bersunat anak-anak. Prosesi adat ini dilakukan dalam kegiatam sunatan massal di Balai Adat Datuk Bandar Setia Diraja, Kamis (26/12/2017) kemarin.

Ketua Panitia Syamsuardi mengatakan, prosesi adat istiadat menyunat anak ini sudah sangat jarang dilaksanakan masyarakat Pelalawan.

"Kita ingin mengingatkan dan membangkitkan kembali adat istiadat kita yang sangat kental nuansa Islami ini kembali," katanya.

Ketua DPRD Pelalawan H. Nasarudin, sangat mengapresiasi gelaran adat istiadat menyunat anak ini oleh LAMR Pelalawan yang bekerjasama dengan PT. RAPP.

"Rasanya saya melihat prosesi menyunat anak seperti ini, ketika saya masih kecil dulu,"katanya.

Ketua Nasarudin bahkan ikut prosesi balik bejulang saat kegiatan ini berlansung. Nasar menjulang salah satu anak ketika selesai mandi berendam.

Begini prosesi adat masyarakat melayu Pelalawan dalam menyunat anaknya.

Diawali dengan barzanji yang selanjutnya qatam Al Quran oleh anak yang akan disunat. Kemudian sianak akan sitepuk tepung tawari dipelaminan oleh orang tua, keluarga, alim ulama dan tetua kampung.

Selanjutnya sianak diarak dengan kompang yang diiringi dengan salawat Nabi Muhammad SAW ke perigi atau tepian sungai untuk prosesi mandi berendam.

Mandi berendam ini dimaksudkan agar sianak kedinginan dan kebas, sehingga tidak sakit ketika akan disunat.

Setelah sianak menggigil kedinginan, kemudian si ayah anak mengangkat anaknya dengan cara dijulang (diangkat diatas pundak), sampai kerumah. Prosesi balik bejulang inipun tetap dengan iringan kompang dan salawan Nabi.

Ketika sampai dirumah, langsung sianak dibaring ketempat bersunat dilakukan. Dimana disini sudah menunggu mantri atau dokter yang akan menyunat sianak

SUMBER : riau24.com