BENGKALIS,Riauaksi.com - Dengan adanya aksi solidaritas yang dilakukan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kabupaten Bengkalis, ratusan pasien yang akan berobat harus terlantar hingga berjam jam.

Dari pantauan riaugreen.com, para pasien yang terlantar tersebut seperti di RSUD Bengkalis dan Puskesmas Kelurahan Damon, Kecamatan Bengkalis, Rabu 28 November 2018.

Disampaikan beberapa orang pasien, kepada media ini saat dirumah sakit umum daerah Bengkalis. Mereka mengatakan harus rela menunggu dari pagi hingga siang, dikarenakan tidak adanya penanganan dari para dokter.

"Saya mau berobat dan menunggu sejak pagi sampai siang, tetapi para dokternya tidak ada yang menangani. Jadi kami harus menunggu hingga berjam jam. Bayangkan saja, mereka ini mementingkan masyarakat yang lagi sakit atau apa," kesal salah seorang pasien saat berada di RSUD Bengkalis

Selain itu, juga diutarakan Jai salah seorang pasien yang akan berobat di Puskesmas Kelurahan Damon. Dia (Jai red,) membawa istrinya untuk berobat sekaligus meminta rujukan dari Puskesmas Damon ke RSUD Bengkalis
"Saya membawa istri saya untuk berobat dan menunggu disini dari pagi tadi hingga siang ini belum juga ada dokternya. Itu ada ratusan pasien yang menunggu dan terlantar bukan saya saja yang mengalaminya," ungkap Jai lagi.

Diketahui, untuk Dokter yang bertugas di Puskesmas Damom adalah dr. Shinta Putri Nanda. dr Shinta diketahui ikut dalam aksi solidaritas yang dilakukan IDI Bengkalis di depan RSUD Bengkalis.

Sementara, Sekretaris IDI Bengkalis dr. Said Muzani saat diwawancarai RiauGreen.com menyinggung terkait dengan terlantarnya ratusan pasien seperti di RSUD Bengkalis dan Puskesmas Damon. Diutarakan Said Muzani bahwa, dengan adanya aksi ini bukan bakal terjadi penghentian pelayanan ke masyarakat.

"Bukan, bahwa dengan aksi ini bakal terjadi penghentian pelayanan ke masayarakat. Aksi ini sebagai bentuk solidaritas saja, dan para dokter akan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,"
SUMBER : riau24.com