Serang, Riauaksi.com - Aparat gabungan TNI-Polri akan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penembakan pekerja PT Istaka Karya di Nduga, Papua. Saat ini, aparat sedang melakukan investigasi terkait kasus tersebut.

Kadiv Humas Mabes Polri Mohammad Iqbal mengatakan saat ini Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih sudah berada di dekat lokasi penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Setelah berhasil melakukan olah TKP, aparat keamanan nantinya bisa menemukan bukti-bukti baru terkait kasus yang menewaskan 20 orang pekerja Trans Papua.



"Insyaallah Pak Kapolda dan Pangdam sudah sangat dekat dengan tempat kejadian perkara. Untuk itu, kita akan lakukan upaya scientific investigationpengolahan kejadian perkara di lokasi itu," ujarnya kepada wartawan di Mapolda Banten, Kamis (6/12/2018).

"Kita akan lihat dan temukan bukti-bukti petunjuk dan mungkin ada korban lain, baik di pihak pekerja maupun di kelompok bersenjata itu," kata dia.Iqbal meyakini aparat keamanan akan segera menguasai lokasi kejadian. Dengan begitu, kondusivitas di Nduga maupun seluruh Papua bisa aman terkendali.

Sebelumnya, 15 jenazah pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua akan dievakuasi ke Mimika. Keluarga korban akan turut diterbangkan ke Mimika.

"Kita dukung TNI-Polri untuk menguasai keadaan dan kami yakinkan dan kaki yakin seluruh kondisi keamanan Papua khususnya di Kabupaten Nduga itu kondusif," katanya.

"Saat ini kami pukul 08.00 WIB sudah berangkat tim evakuasi, evakuasi kita rencana bawa ke Mimika, terus keluarga korban yang sudah ada di Wamena juga diterbangkan ke Mimika," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmas Musthofa Kamal saat dihubungi detikcom, Kamis (6/12).

Kamal mengatakan 15 jenazah korban ditemukan tim gabungan TNI-Polri hingga Rabu (5/12). Sebelumnya, ke-15 jenazah tersebut ditemukan di Distrik Yigi, Nduga. 

Kamal mengatakan keluarga meminta jenazah diterbangkan ke alamat masing-masing jika telah selesai diidentifikasi. Penerbangan itu rencananya dilakukan menggunakan pesawat TNI.

SUMBER : detiknews.com